"Tadi juga kami melakukan pengecekan sekaligus untuk persiapan mudik angkutan lebaran yang terkait dengan kereta. Mudah-mudahan ke depan dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Secara garis besar, skema penanganan tahun ini masih mengacu pola tahun lalu yang dinilai sukses. Tapi bukan berarti tanpa perbaikan. Pemerintah mengklaim ada sejumlah peningkatan kebijakan, salah satunya di sektor penerbangan.
Stimulus diskon tiket pesawat, contohnya. Kalau tahun kemarin potongan harganya cuma sekitar 14 persen, tahun ini digenjot jadi sampai 18 persen. Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendistribusi pemudik ke moda transportasi udara.
"Ada beberapa kebijakan yang dari tahun kemarin perbaikan, seperti stimulus tiket pesawat udara, yang tahun kemarin hanya sampai sekitar 14 persen, sekarang menjadi sampai 18 persen. Jadi kita berharap bahwa apa yang sudah kita lakukan tahun kemarin, lebih baik lagi pada tahun ini," katanya.
Semua upaya ini, pada akhirnya, bermuara pada satu harapan: perjalanan pulang kampung yang lebih nyaman dan terkendali bagi jutaan pemudik.
Artikel Terkait
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional