Di sisi lain, teknologi ini juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini. Ia bisa membantu mendeteksi potensi masalah teknis pada sumur produksi sebelum berkembang jadi kendala yang lebih serius.
Menariknya, akar inovasi ini berasal dari riset akademis. Flow2Max® dikembangkan dari studi doktoral Mohamad Husni Mubarok sendiri saat ia menempuh pendidikan di University of Auckland. Kini, penelitian itu tak lagi sekadar teori, tapi siap diimplementasikan di lapangan dunia.
Komitmen kerja sama jangka panjang juga ditegaskan oleh pihak PGE. Jati Permana Kurniawan, Manager Ops. Asset Management & Optimization, menyatakan bahwa kolaborasi dengan EDC akan terus diperkuat.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada implementasi teknologi ini saja. Tapi juga membangun pertukaran pengetahuan dan penguatan kapabilitas teknis bersama. Tujuannya jelas, untuk mendorong kemajuan sektor panas bumi secara global,” kata Jati.
Jadi, langkah PGE ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa. Ini tentang membawa teknologi hasil pemikiran anak bangsa ke panggung yang lebih luas, sekaligus menjalin aliansi strategis dengan pemain kunci di Asia Tenggara. Perjalanannya patut untuk diikuti.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat
Transaksi QRIS di Luar Negeri Tumbuh 28%, ALTO Tambah 3 Negara Mitra Baru