Bahkan, pasta bawang merah itu sendiri sudah menemukan jalannya ke Timur Tengah. Produk tersebut diekspor ke Arab Saudi, lho, untuk memenuhi kebutuhan bumbu masakan jamaah Indonesia di sana. Jejak hortikultura nasional kian meluas.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari parlemen. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menilai hilirisasi adalah langkah strategis. Pasalnya, pendapatan petani bisa terdongkrak signifikan.
Dia tak lupa menyoroti margin keuntungan yang menggiurkan dari budidaya di Brebes.
“Tadi petaninya bilang modalnya 140 juta, hasilnya 350 juta per hektare. Jadi untungnya besar sekali. Biayanya 140 juta, sedangkan dapatnya 350 juta. Berarti separuhnya lebih ya untungnya ya,” tutur Titiek dengan nada antusias.
Semua perkembangan ini, tentu saja, adalah secercah kabar menggembirakan. Dari sawah di Brebes hingga ke meja dapur di negara lain, bawang merah Indonesia sedang mencatat sejarah barunya.
Artikel Terkait
UEA Hibahkan 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia di Ramadan
BNI Ingatkan Nasabah Waspada Serangan Phishing Saat Lonjakan Transaksi Ramadan-Lebaran
Tips Hindari Kenaikan Berat Badan Saat Ramadan
Serikat Pekerja Desak Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Pick Up India untuk Kopdes