MURIANETWORK.COM - Seorang perempuan warga negara asing (WNA) terlibat keributan dan melakukan ancaman dengan parang terhadap warga di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, Kamis (19/2/2026) dini hari. Insiden ini merupakan eskalasi dari kerusuhan sebelumnya, di mana pelaku diduga mengambil ponsel milik warga setelah mengamuk di sebuah musala.
Eskalasi Ketegangan di Vila
Setelah mengakibatkan kerusakan di musala, perempuan WNA tersebut kembali ke vila tempatnya menginap. Warga yang mengejar untuk meminta kembali ponsel yang dibawanya justru menemui situasi yang jauh lebih berbahaya. Sekitar pukul 00.30 Wita, mereka mendatangi vila itu, namun bukannya bernegosiasi, pelaku malah keluar dengan membawa senjata tajam.
Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menceritakan kronologi yang mencemaskan itu. Menurutnya, warga meminta staf vila untuk mengetuk pintu, dan baru setelah sepuluh menit perempuan itu muncul.
"Kita minta stafnya buat gedor, akhirnya setelah 10 menit baru dia keluar tapi ngancam bawa parang. Dia bilang 'what do you want' sambil dia acungkan parangnya," jelas Husni.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Haji Furoda 2026 Tak Akan Diselenggarakan
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban