Namun begitu, Andi menegaskan tak ada ritual khusus yang digelar hari ini. Fokusnya murni ibadah. “Tidak ada ritual khusus, biasa saja. Acara-acara sembahyang biasa sih. Tiap tahun juga begini kalau menyambut Imlek, ya sembahyangnya seperti ini saja,” tuturnya.
Di sisi lain, ada satu hal yang menarik perhatian. Meski ramai, jumlah pengunjung tahun ini disebutkan menurun signifikan dibanding tahun lalu. “Tahun kemarin malam saja sudah meriah, semalam sebelum Imlek saja pengunjung sudah lebih padat,” ungkap Andi. Ia menduga, mungkin banyak umat yang memilih datang pada malam hari.
Kepadatan diprediksi akan berlanjut hingga kelenteng ditutup nanti pukul 21.00 WIB. “Kita hari H-nya nanti sampai jam 09.00 malam. Jam 09.00 kita tutup, jadi 38 jam. Prediksi ya mungkin sih, mudah-mudahan bisa ramai juga,” pungkasnya.
Perayaan di Toasebio tak berhenti hari ini. Rangkaian ibadah akan berlangsung hingga Cap Go Meh. Jadwalnya meliputi Sembahyang Malam Imlek pada 23 Februari mendatang, dilanjutkan dengan Sembahyang Sinbeng Turun (19 Februari), Sembahyang Tebu (24 Februari), dan puncaknya pada Malam serta Perayaan Cap Go Meh awal Maret 2026.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
MA Rilis 24 Kaidah Hukum Baru Pedoman Pengadilan Se-Indonesia
Gempa M7,3 di Manado-Bitung, Operasional PLTP Lahendong Tetap Stabil
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya