“Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang,” jelas Dudy.
Dia merinci pembagian tugas ini, “Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini.”
Tantangan lain juga menunggu. Dudy meminta Pemprov Banten mengawasi titik-titik yang bisa memicu kemacetan parah, seperti pasar tumpah dan lokasi wisata. Pasar Kranggot, Kalodran, dan Sentiong adalah contoh pasar yang jadi langganan macet karena dilewati pemudik dari arah Jakarta. Sementara pantai-pantai populer seperti Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung di Pandeglang juga diprediksi ramai dikunjungi.
Tak ketinggalan, perhatian khusus diberikan pada 157 perlintasan sebidang dan titik rawan bencana, seperti banjir dan longsor. Untuk pengawasan, telah dilakukan penambahan 43 penjaga jalan perlintasan di Banten.
“Wilayah perlintasan padat yaitu jalan arteri dari dan ke kawasan Pelabuhan Merak yang melewati pelintasan sebidang, diharapkan menjadi prioritas pengamanan selama masa mudik,” tegas Menhub.
Dudy menegaskan, jajarannya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai wilayah, terutama di Banten, akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan semua pihak terkait. Kerja sama ini mutlak diperlukan agar arus mudik tahun depan bisa berjalan lebih lancar dan aman.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor