"Dulu proyek ini cuma Rp30-40 miliar dikerjakan semua (orang) di Jakarta. Sekarang kita kasih semua ke anak-anak daerah, tapi anak-anak daerah yang siap," kata mantan Ketum Hipmi ini. "Jangan anak-anak daerah yang siap proposal saja."
Di sisi lain, nilai proyek migas yang digelindingkan tahun ini terbilang fantastis. Melalui SKK Migas, totalnya mencapai sekitar USD42 miliar atau sekitar Rp600 triliun. Angka yang sangat menggiurkan bagi investor mana pun.
Untuk proyek-proyek kecil di bawah Rp100 miliar, nantinya proses tender akan dilakukan langsung di daerah. Tidak lagi terpusat di SKK Migas. Harapannya, kebijakan ini tak cuma mempercepat investasi, tapi juga menciptakan efek berganda yang nyata di wilayah penghasil migas. Mulai dari lapangan kerja baru hingga menguatnya industri pendukung lokal.
Jadi, peluangnya terbuka. Tapi kesiapan dan kompetensi jadi kunci utamanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Klaim Stok Pangan Kuat Hadapi Ancaman El Nino Super
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Aksi Lebih Dahsyat
Pertamina Pertahankan Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi, Ikuti Arahan Presiden
Kebijakan WFH ASN Dinilai Minim Dampak Langsung pada Pasar Kantor Komersial