Jepang Tangkap Kapal Ikan Tiongkok di Laut China Timur, Ketegangan Bilateral Meningkat

- Jumat, 13 Februari 2026 | 13:35 WIB
Jepang Tangkap Kapal Ikan Tiongkok di Laut China Timur, Ketegangan Bilateral Meningkat

Ketegangan di Laut China Timur kembali memanas. Kamis lalu, otoritas Jepang menyita sebuah kapal ikan asal Tiongkok dan menangkap nahkodanya. Aksi ini terjadi di perairan yang diklaim Jepang sebagai zona ekonomi eksklusifnya, sekitar 166 kilometer dari kepulauan Goto.

Menurut Badan Perikanan Jepang, kapal itu awalnya diperintahkan untuk berhenti dan diperiksa. Tapi, bukannya menuruti, kapal tersebut malah berusaha kabur.

"Akibatnya, kapten ditangkap pada hari yang sama,"

jelas pihak berwenang dalam pernyataannya. Kapten yang ditangkap adalah Zheng Nianli, warga negara Tiongkok berusia 47 tahun. Nasib sepuluh awak lainnya di kapal bernama Qiong Dong Yu itu masih simpang siur.

Ini bukan sekadar insiden perikanan biasa. Ini adalah penyitaan pertama terhadap kapal Tiongkok oleh Jepang sejak 2022, dan datang di tengah hubungan kedua negara yang memang sedang tidak baik-baik saja. Latar belakangnya? Taiwan.

Beberapa bulan lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sempat berkomentar keras. Ia mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer Jepang jika Beijing berupaya merebut Taiwan dengan paksa. Komentar itu langsung memicu kemarahan Tiongkok.

Beijing punya pandangan yang sangat jelas soal Taiwan. Mereka menegaskan pulau itu adalah bagian integral dari wilayahnya, dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk reunifikasi. Setelah komentar Takaichi, serangkaian tindakan pembalasan pun dilancarkan Tiongkok.

Mulai dari memanggil duta besar Jepang di Beijing, mengeluarkan peringatan perjalanan untuk warganya, hingga menggelar latihan udara bersama Rusia. Bahkan, dua panda terakhir di Jepang pun dipulangkan bulan lalu sebuah langkah simbolis yang sarat pesan politik.

Di sisi lain, insiden militer juga sudah terjadi. Pada Desember lalu, jet tempur J-15 dari kapal induk Liaoning milik Tiongkok dilaporkan mengunci radar pada pesawat Jepang di dekat Okinawa. Belum lagi kebijakan Tiongkok yang memperketat ekspor barang-barang strategis ke Jepang, yang memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan mineral langka.

Juru Bicara Pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menegaskan sikap tegas negaranya.

"Untuk mencegah operasi penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing, kami akan terus mengambil tindakan tegas,"

katanya. Sampai saat ini, pemerintah Tiongkok sendiri masih bungkam, belum memberikan komentar resmi terkait penangkapan kapal ikannya. Situasinya jelas rentan. Insiden kecil di laut bisa dengan cepat berubah menjadi percikan api yang lebih besar, memperburuk persaingan strategis yang sudah runyam antara dua raksasa Asia ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar