Di balik keteguhan Siti, terdapat tantangan ekonomi yang tidak ringan. Suaminya bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak tetap, sementara Siri sendiri adalah ibu rumah tangga. Dalam situasi seperti ini, keanggotaan BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah menjadi penyelamat. Biaya ratusan kali cuci darah yang sangat besar sepenuhnya ditanggung oleh jaminan kesehatan tersebut.
“Di RSCM sudah 2 tahun sih, nggak tahu berapa kalinya, karena banyak ya,” ujarnya, mengakui betapa vitalnya bantuan ini bagi kelangsungan pengobatan anaknya.
Siti sempat mendengar kabar tentang penonaktifan beberapa peserta BPJS PBI, yang sempat membuatnya cemas. Namun, kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti. Saat digunakan untuk berobat, kartu tersebut tetap aktif.
“Iya, tahu sih. Cuma kayaknya pas saya menggunakan lagi, udah aktif itu kayaknya. Karena saya gak nge-check karena saya gak ngerti. Jadi pas gunain lagi udah aktif,” ungkapnya dengan lega.
Tantangan Administratif dan Harapan ke Depan
Meski secara medis merasa terbantu, Siti mengakui bahwa proses administratif, terutama pendaftaran secara daring, terkadang menjadi kendala tersendiri bagi orang-orang seperti dirinya. Namun, secara keseluruhan, ia menilai prosedur rujukan dan pelayanan di RSCM telah berjalan dengan baik.
“Kadang-kadang ada terkendala juga, kadang-kadang juga enggak gitu ya. Kadang-kadang, yang susah sih buat (pendaftaran) online,” lanjutnya.
Bagi keluarga ini, BPJS PBI bukan sekadar kartu, melainkan penopang harapan yang memungkinkan seorang anak untuk terus bertahan. Atas dasar itulah, Siti menyampaikan harapan agar program jaminan kesehatan sosial ini terus diperkuat dan dipermudah aksesnya bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
“Harapan saya sih semoga BPJS kesehatan ini semakin diutamain ya, karena banyak juga yang sakit gitu, karena itu membantu buat orang-orang yang membutuhkan. Harapannya ya semakin dibagusin aja gitu,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi secara khusus. “Ya, buat Pak Presiden, Pak Prabowo, semoga dibagusin lagi pelayanannya. Terima kasih sudah memudahkan, meringankan buat berobat. Terima kasih banyak,” tutup Siti dengan penuh rasa syukur.
Artikel Terkait
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026
Kepala BGN Tegaskan Anggaran 2026 Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Instagram Uji Coba Fitur Berlangganan untuk Tonton Stories Diam-diam
Harga BBM Non-Subsidi di Jakarta Masih Stabil, Tak Ada Kenaikan