MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12 Februari 2026) sore, untuk mengevaluasi progres program strategis pemerintah. Salah satu fokus utama pertemuan tersebut adalah pembangunan kampung nelayan, sebuah program yang digadang-gadang sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir.
Progres Pembangunan Capai 50 Persen
Dalam paparannya kepada media usai rapat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa pembangunan fisik kampung nelayan telah menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, telah terbangun 65 titik lokasi yang tersebar di berbagai daerah.
Trenggono menjelaskan, capaian tersebut merepresentasikan separuh dari target yang ditetapkan pada tahap pertama program ini. "Ya progres sudah 50 persen dari tahap 1 dan mudah-mudahan bisa segera selesai di 65 titik," tuturnya.
Kampung Nelayan sebagai Fondasi Kelembagaan
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, program kampung nelayan ditempatkan sebagai instrumen kebijakan yang fundamental. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menegaskan hal ini usai mendampingi Presiden dalam rapat.
Artikel Terkait
Empat Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Saat Bersihkan Tangki Air di Jagakarsa
Iran Klaim Tembak Jatuh F-15E dan A-10 AS, Pentagon Bungkam
Trump Tolak Bahas Detail Operasi Penyelamatan Jet AS yang Ditembak Iran
Cadangan Energi Nasional Hanya Bertahan 20 Hari, Pakar UGM Ingatkan Risiko Krisis