Setelah disahkan DPR, RUU kini menuju Senat untuk menjalani proses serupa. Observasi di Capitol Hill memperkirakan badan legislatif tersebut juga berpeluang meloloskan RUU ini. Namun, perjalanannya diperkirakan akan berakhir di meja Presiden Trump.
Mengacu pada sikap konsisten Trump dalam satu tahun terakhir, para pengamat memprediksi RUU ini hampir pasti akan diveto. "Saya tidak melihat adanya perubahan hati dari Presiden dalam soal ini. Kebijakan tarif adalah instrumen utama yang ia pegang dalam negosiasi dagang," jelas seorang pengamat kebijakan luar negeri AS.
Ketegangan Dagang AS-Kanada yang Belum Reda
Langkah DPR ini terjadi di tengah hubungan bilateral yang memang sedang tidak mulus. Sejak Trump kembali menjabat awal tahun lalu, Washington telah memberlakukan serangkaian tarif baru terhadap berbagai produk Kanada. Ketegangan bahkan sempat memanas dengan pernyataan kontroversial Trump yang mengancam akan menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS.
Hingga kini, perundingan untuk menyelesaikan sengketa tarif tersebut masih berjalan alot. Kompleksitasnya semakin bertambah karena tahun ini, bersama Meksiko, kedua negara juga harus menjalani proses evaluasi terhadap perjanjian dagang USMCA yang mengikat ketiganya. Situasi ini membuat dinamika di Koridor Kongres menjadi salah satu faktor penting yang perlu dicermati dalam perkembangan hubungan kedua sekutu terdekat ini.
Artikel Terkait
Houthi Luncurkan Rudal ke Israel dari Yaman untuk Pertama Kali Sejak Eskalasi Konflik
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Keras
Indonesia dan Jepang Resmikan Kerja Sama Formal Bidang Pariwisata
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen