Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Ifishdeco (IFSH) yang melonjak 24,05 persen dan Leyand International (LAPD) yang menguat 24,45 persen. Kenaikan tajam pada beberapa saham ini menunjukkan adanya aliran dana spesifik yang masuk ke emiten-emiten tertentu.
Di sisi lain, tekanan koreksi justru terkonsentrasi pada saham-saham dari grup yang sama. Indo Premier Investment Management (XIML) tercatat sebagai yang terlemah dengan penurunan 15,00 persen. Dua sekuritas lainnya dari grup yang sama, yaitu (XISC) dan (XIFE), juga mengalami pelemahan masing-masing sebesar 14,15 persen dan 13,64 persen.
Performa Sektor Beragam
Analisis berdasarkan sektor menunjukkan panorama yang tidak seragam. Sektor energi menjadi penyokong utama dengan penguatan solid sebesar 0,80 persen, diikuti sektor bahan baku yang naik 1,09 persen. Sektor keuangan juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,5 persen.
Meski demikian, tidak semua sektor beruntung. Sektor industri justru mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,45 persen, menjadi beban bagi pergerakan indeks secara keseluruhan. Sektor infrastruktur dan properti juga masih tertahan di zona merah dengan masing-masing melemah 0,13 persen dan 0,20 persen.
Performa campuran ini mengindikasikan bahwa penguatan IHSG pagi ini lebih didorong oleh saham-saham unggulan tertentu dan beberapa sektor kunci, alih-alih kenaikan yang merata di seluruh papan. Investor tampaknya masih melakukan penilaian secara hati-hati terhadap prospek masing-masing emiten di tengah kondisi pasar yang terus berdinamika.
Artikel Terkait
KemenHAM Pantau Ketat Pemulihan Mata Aktivis Andrie Yunus Usai Disiram Zat Kimia
Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek
Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jabotabek Hingga H+7
Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jabotabek