MURIANETWORK.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyelesaikan proses validasi data untuk calon penerima bantuan perbaikan rumah terdampak bencana di wilayah Sumatera. Hingga Rabu (11/2/2025), dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 46 wilayah telah menyelesaikan pemadanan data. Hasilnya, terdapat 27.173 keluarga yang telah terverifikasi dan diprioritaskan untuk menerima bantuan stimulan perumahan.
Mengurai Data untuk Tepat Sasaran
Upaya pemulihan pascabencana memerlukan fondasi data yang kuat. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan bahwa pembangunan Data Tunggal Bencana Sumatera adalah langkah krusial pemerintah untuk memastikan bantuan sosial dapat disalurkan secara akurat dan terpadu. Proses ini melibatkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga.
“BPS bertugas mengelola data, termasuk membangun data tunggal bencana melalui pendataan, pemutakhiran, integrasi, interoperabilitas, dan pemanfaatan data lintas kementerian dan lembaga agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” jelas Amalia dalam konferensi pers di Jakarta.
Proses Penyaringan yang Ketat
Jalan menuju verifikasi data tidak sederhana. Dari 115.417 data awal yang masuk dari 46 kabupaten/kota, tim BPS harus menyortir ribuan catatan yang bermasalah. Terdapat data dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kosong, format tidak sesuai, hingga entri yang terduplikasi. Setelah melalui proses pemadanan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tersaring 90.066 keluarga unik yang diusulkan oleh pemerintah daerah.
Fokus kemudian dialihkan pada 25 kabupaten/kota yang dokumen usulannya telah ditandatangani secara lengkap oleh tiga pihak: kepala daerah, kejaksaan negeri, dan kepolisian resor. Dari wilayah-wilayah ini, teridentifikasi 28.259 keluarga unik, dengan tingkat kerusakan rumah pada 27.173 keluarga di antaranya telah berhasil dipetakan.
Rincian Kerusakan Rumah Terdampak
Pemetaan detail kondisi kerusakan menjadi kunci dalam menentukan jenis dan skala bantuan. Data BPS menunjukkan bahwa kerusakan ringan dialami oleh 12.619 keluarga (46,44%). Sementara itu, 5.501 keluarga (20,24%) mengalami kerusakan sedang, dan 6.942 keluarga (25,55%) menghadapi kerusakan berat yang lebih parah.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp75.000, Buyback Melonjak Rp110.000
Aplikasi X Lumpuh Total, Ribuan Pengguna Global Terdampak
Harga Referensi Ekspor CPO Naik 5,5% Jadi USD989,63 per Ton
Dua Bocah Berblangkon Deg-degan Saat Serahkan Bunga untuk Presiden Prabowo di Seoul