Sentra Bisnis Tetap Menjadi Primadona
Di lapangan, kawasan Central Business District (CBD) Jakarta terus menunjukkan ketahanan. Peningkatan penyerapan ruang kantor terutama didorong oleh relokasi dan perluasan penyewa ke gedung-gedung dengan kualitas lebih tinggi. Akibatnya, tingkat okupansi di CBD tercatat mencapai sekitar 76 persen pada akhir 2025.
Wilayah di luar CBD pun tak ketinggalan, mengalami peningkatan hunian yang stabil ke level sekitar 74 persen. Kenaikan ini terutama berasal dari permintaan penyewa yang mencari lokasi strategis dengan nilai lebih terjangkau.
Transformasi Pusat Perbelanjaan
Sektor ritel menunjukkan ketangguhan dengan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025. Tingkat okupansi pusat perbelanjaan bertahan di atas 85 persen untuk semua kategori, mencerminkan daya tarik yang tetap kuat.
Mal-mal yang berhasil berinovasi dan bertransformasi menjadi destinasi gaya hidup yang dinamis berhasil mempertahankan trafik pengunjung yang tinggi. Konsep pop-up yang dikurasi dengan baik dan zona gaya hidup khusus menjadi strategi andalan untuk menarik pengunjung dan memperpanjang durasi kunjungan.
Pusat perbelanjaan kelas atas bahkan mencatatkan kinerja paling gemilang, dengan tingkat okupansi mendekati 95 persen di akhir 2025. Posisi premium dan portofolio merek-merek ternama menjadi faktor penentu kesuksesan mereka di tengah persaingan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Anggaran Diskon Tiket Pelni Terserap 92,5%, Penumpang Capai 431.705 Orang
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera Jelang Final FIFA Series
BCA Ikut Earth Hour, Layanan Perbankan Tetap Berjalan Normal