CBRE Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid pada 2026

- Rabu, 11 Februari 2026 | 20:15 WIB
CBRE Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid pada 2026

MURIANETWORK.COM - Pasar properti Jakarta diproyeksikan mengalami pertumbuhan yang solid pada tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh aktivitas korporasi yang menguat dan perubahan preferensi penyewa, dengan sektor perkantoran, industri, ritel, dan perhotelan menjadi motor utama. Laporan terbaru dari konsultan properti CBRE Indonesia mengindikasikan bahwa momentum positif dari kuartal sebelumnya berpotensi berlanjut, didukung pula oleh pasokan baru yang masih terbatas.

Daya Tarik dari Ekspansi Korporasi dan Gaya Hidup

Managing Director CBRE Advisory Indonesia, Angela Wibawa, memandang bahwa permintaan dari ekspansi perusahaan akan menjadi penopang utama untuk sektor perkantoran dan logistik. Sementara itu, dinamika gaya hidup masyarakat perkotaan dinilai akan terus menggerakkan sektor ritel.

"Pasar properti diperkirakan akan terus tumbuh tahun ini. Kami memperkirakan permintaan dari ekspansi korporasi akan mendukung sektor perkantoran dan industri/logistik, sementara pergeseran gaya hidup perkotaan akan mendorong sektor ritel," jelasnya dalam sebuah Media Briefing, Rabu (11/2/2026).

Angela menambahkan bahwa sektor perhotelan di ibu kota juga akan mendapat angin segar dari pemulihan pariwisata, yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat hunian kamar hotel.

Landasan Ekonomi yang Stabil

Fundamental ekonomi Indonesia yang tumbuh konsisten di kisaran 5 persen per tahun menjadi landasan kokoh bagi aktivitas properti. Stabilitas ini memberikan kepercayaan bagi perusahaan multinasional untuk berekspansi sekaligus bagi investor domestik dalam merancang strategi jangka panjang.

Head of Research & Consulting CBRE Advisory, Anton Sitorus, melihat target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 6-8 persen pada 2029 sebagai indikator keyakinan yang kuat terhadap prospek masa depan. "Target ambisius pemerintah untuk mencapai pertumbuhan 6-8 persen pada 2029 menjadi indikator keyakinan yang kuat terhadap prospek jangka panjang Indonesia," ungkapnya.

Sentra Bisnis Tetap Menjadi Primadona

Di lapangan, kawasan Central Business District (CBD) Jakarta terus menunjukkan ketahanan. Peningkatan penyerapan ruang kantor terutama didorong oleh relokasi dan perluasan penyewa ke gedung-gedung dengan kualitas lebih tinggi. Akibatnya, tingkat okupansi di CBD tercatat mencapai sekitar 76 persen pada akhir 2025.

Wilayah di luar CBD pun tak ketinggalan, mengalami peningkatan hunian yang stabil ke level sekitar 74 persen. Kenaikan ini terutama berasal dari permintaan penyewa yang mencari lokasi strategis dengan nilai lebih terjangkau.

Transformasi Pusat Perbelanjaan

Sektor ritel menunjukkan ketangguhan dengan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025. Tingkat okupansi pusat perbelanjaan bertahan di atas 85 persen untuk semua kategori, mencerminkan daya tarik yang tetap kuat.

Mal-mal yang berhasil berinovasi dan bertransformasi menjadi destinasi gaya hidup yang dinamis berhasil mempertahankan trafik pengunjung yang tinggi. Konsep pop-up yang dikurasi dengan baik dan zona gaya hidup khusus menjadi strategi andalan untuk menarik pengunjung dan memperpanjang durasi kunjungan.

Pusat perbelanjaan kelas atas bahkan mencatatkan kinerja paling gemilang, dengan tingkat okupansi mendekati 95 persen di akhir 2025. Posisi premium dan portofolio merek-merek ternama menjadi faktor penentu kesuksesan mereka di tengah persaingan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar