Intinya, mereka mengedepankan penguatan empat perilaku unggul atau BDKS: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu. Nah, ujung tombak strategi ini ada di tangan Community Officer (CO). Mereka inilah yang turun langsung, bertemu nasabah melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS).
“CO juga berperan sebagai role model bagi ibu-ibu nasabah dalam menerapkan perilaku unggul BDKS, sekaligus memperkuat solidaritas di sentra nasabah,” jelas Fachmy.
Di sisi lain, BTPS juga punya kepedulian sosial yang nyata. Mereka memberikan perhatian khusus, misalnya, kepada nasabah di Sumatera yang terdampak bencana hidrometeorologis. Berbagai program bantuan digelar untuk mendukung pemulihan.
Secara angka, kinerja keuangan mereka solid. Sepanjang 2025, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp10,35 triliun. Return on Assets (RoA) bertengger di 7,2%, sementara Capital Adequacy Ratio (CAR)-nya sangat kuat, di level 57,7%.
Tak lupa, sepanjang tahun itu pula BTPS menghadirkan beragam program apresiasi dan insentif. Semua dirancang untuk memperkuat semangat para nasabahnya. Tampaknya, kombinasi antara pendekatan yang humanis dan fundamental bisnis yang kuat memang membuahkan hasil.
Artikel Terkait
Pemerintah Koordinasi dengan Iran untuk Keamanan Kapal Indonesia di Selat Hormuz
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Anggaran Diskon Tiket Pelni Terserap 92,5%, Penumpang Capai 431.705 Orang
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera Jelang Final FIFA Series