Kemenperin Tegaskan Penguatan Galangan Kapal Nasional sebagai Kebutuhan Strategis

- Rabu, 11 Februari 2026 | 15:50 WIB
Kemenperin Tegaskan Penguatan Galangan Kapal Nasional sebagai Kebutuhan Strategis

MURIANETWORK.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas langkah strategisnya untuk mengembangkan industri galangan kapal dalam negeri. Langkah ini diambil sebagai fondasi penting dalam mentransformasi sistem logistik nasional, meningkatkan ketahanan pangan, dan memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia yang telah menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Manufaktur Kembali Jadi Penggerak Ekonomi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengamati bahwa sektor industri mulai kembali menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi. Data tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan industri pengolahan mencapai 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11 persen. Capaian ini menjadi momentum penting yang baru terulang setelah lebih dari satu dekade.

Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 19,07 persen atau setara Rp4.541,52 triliun sepanjang tahun lalu. Kinerja ini, dalam pandangan pemerintah, bukan sekadar angka statistik. Ia menegaskan peran strategis manufaktur sebagai fondasi untuk membangun sistem logistik yang lebih tangguh dan efisien.

Galangan Kapal: Kebutuhan Strategis, Bukan Sekadar Pilihan

Dalam paparannya, Menteri Agus menekankan bahwa penguatan industri galangan kapal sudah bergeser dari sekadar pilihan kebijakan menjadi sebuah kebutuhan strategis yang mendesak. Alasannya, industri ini memiliki keterkaitan yang sangat luas dan kompleks.

“Ia menekankan bahwa penguatan industri galangan kapal bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan strategis karena sektor ini memiliki keterkaitan luas dengan berbagai rantai pasok, mulai dari bahan baku, komponen, teknologi, pendanaan, hingga sumber daya manusia dan jasa logistik,” jelasnya.

Pernyataan ini memiliki dasar yang kuat mengingat konteks geografis Indonesia. Sebagai negara kepulauan, angkutan laut adalah tulang punggung distribusi barang antarwilayah. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas armada nasional harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan industri pembuat kapal di dalam negeri.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar