JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026) lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan terkait langkah Indonesia di kancah internasional. Intinya, keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) bukanlah langkah tanpa makna. Ini adalah wujud nyata komitmen bangsa kita.
“Yang pasti,” ujar Prasetyo, tegas, “soal Board of Peace dan segala turunan teknisnya, itu bagian dari komitmen kita. Pertama, tentu kita menghendaki pengakuan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.”
“Kedua,” sambungnya, “bagaimana upaya kita membantu masyarakat Gaza yang terdampak konflik.”
Dewan yang digagas Presiden AS Donald Trump itu memang menarik perhatian. Tak hanya Indonesia, tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya turut memutuskan untuk bergabung. Mereka adalah Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Artikel Terkait
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg