Dari balik layar, suara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, terdengar tegas namun penuh empati. Dialog daring itu digelar Minggu lalu, dalam forum ‘Musara Pakat Linge’, yang menghubungkannya langsung dengan warga dan relawan di Aceh Tengah. Intinya satu: pemerintah berkomitmen penuh untuk mempercepat perbaikan infrastruktur telekomunikasi yang rusak diterjang banjir bandang di Desa Reje Payung.
Bagi Nezar, situasi ini memang darurat. “Walaupun di tengah keterbatasan, semangat kita tidak pernah luntur untuk saudara-saudara kita di daerah bencana, khususnya di kawasan Linge dan Reje Payung,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi. Dalam kondisi pasca-bencana, jaringan komunikasi yang lancar adalah urat nadi. Tanpa itu, koordinasi bantuan bakal kacau. Warga juga sulit menghubungi keluarga untuk sekadar memberi kabar ‘kami baik-baik saja’. Makanya, pemulihan jaringan jadi prioritas utama Kemenkominfo. Mereka harus memastikan masyarakat tetap terhubung agar penanganan dampak bisa berjalan efektif.
“Dari sudut Kementerian Komdigi, kami mencoba mengatasi berbagai kesulitan telekomunikasi yang terjadi di daerah bencana seperti yang kita lakukan pada hari ini,” tegas Nezar lagi.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Mulai 2026, Rusia Larang Ekspor Emas Batangan di Atas 100 Gram
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global