MURIANETWORK.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Komitmen ini diwujudkan melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang masif, dengan realisasi mencapai Rp16,16 triliun untuk lebih dari 118 ribu debitur sepanjang tahun 2025. Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR), Maruarar Sirait, di Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2/2025).
Dukungan Nyata untuk Program Pemerintah
Sebagai bank dengan jaringan terluas di tanah air, BRI memandang dukungan terhadap pembiayaan perumahan bersubsidi sebagai bagian integral dari perannya dalam pembangunan nasional. Fokus utama bank ini adalah mendukung Program 3 Juta Rumah, sebuah agenda prioritas pemerintah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Mayoritas penyaluran, yakni sekitar 97 persen, dilakukan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.
Hery Gunardi menekankan bahwa kekuatan dan pengalaman BRI dalam melayani segmen mikro dan kecil menjadi modal penting dalam menjalankan mandat ini. Dengan lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar hingga ke daerah terpencil, kapabilitas distribusi bank dinilai sangat siap untuk mempercepat implementasi program strategis pemerintah di sektor perumahan.
“Salah satu program prioritas nasional yang kami dukung adalah Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan jaringan yang luas serta pengalaman panjang dalam melayani segmen mikro dan kecil, BRI optimistis dapat berperan aktif dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi dari Pemerintah atas Kontribusi BRI
Komitmen dan kinerja nyata BRI dalam program perumahan bersubsidi ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Menteri Maruarar Sirait secara khusus menyoroti peningkatan kontribusi bank yang sangat signifikan dalam kurun waktu setahun.
“BRI itu kontribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 itu ada 16 ribu unit yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32 ribu unit. Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar,” jelas Maruarar.
Ia juga mengungkapkan capaian positif program FLPP secara nasional. Setelah mencatatkan capaian terbesar pada 2023 dengan 229 ribu unit sejak 2010, realisasi program ini kembali melonjak di bawah pemerintahan saat ini.
“Baru setahun pemerintah Presiden Prabowo, tahun 2025, itu kenaikan yang luar biasa yaitu 279 ribu (unit rumah). Jadi ada kenaikan sekitar 50 ribu dalam setahun ini,” ungkapnya.
Lebih dari Sekadar Pembiayaan: Membangun Ekosistem Kesejahteraan
BRI memahami bahwa kepemilikan rumah harus diiringi dengan kemampuan masyarakat untuk mempertahankan cicilannya. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil tidak berhenti pada penyaluran kredit semata. Bank ini mengintegrasikan dukungan pembiayaan perumahan dengan penguatan ekosistem ekonomi melalui anak usahanya, PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Produk PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) menjadi salah satu pilar pendukung. Program yang menyasar ibu-ibu pra-sejahtera produktif ini memberikan akses pembiayaan usaha mikro, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Tujuannya jelas: menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan yang pada akhirnya membantu keluarga memenuhi kewajiban perumahan sekaligus menjauhkan mereka dari jerat praktik pinjaman tidak sehat. Dengan cara ini, BRI berupaya membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kokoh pascapenyerahan kunci rumah.
Artikel Terkait
Indonesia Targetkan Impor Komoditas Pertanian AS Senilai 4,5 Miliar Dolar AS
Prabowo Targetkan 1.000 Kamar Kampung Haji Indonesia di Makkah dalam Beberapa Bulan
Pemerintah DKI Fokus Integrasi Transportasi Umum untuk Atasi Kemacetan
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Tertinggi Sejak 2022