Di sisi lain, delegasi USDA menyampaikan inisiatif strategis Amerika Serikat untuk memperluas pasar pertanian global. Indonesia dipilih sebagai salah satu mitra utama dalam program overseas engagement mereka, yang menargetkan kerja sama dengan enam negara dalam setahun. Minat eksportir AS untuk memenuhi standar halal Indonesia tercatat sangat tinggi.
Beberapa komoditas menjadi sorotan utama dalam optimalisasi impor ini. "Komoditas utama yang menjadi fokus optimalisasi impor dari Amerika Serikat meliputi kedelai, produk daging, dan produk susu, yang seluruhnya wajib memenuhi protokol halal yang ditetapkan Indonesia," jelas Kepala BPJPH.
Harmonisasi Lembaga Sertifikasi
Poin krusial lain yang disoroti adalah pentingnya pengakuan terhadap Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) yang beroperasi di Amerika Serikat oleh BPJPH. Langkah harmonisasi ini dinilai sebagai kunci untuk menciptakan proses yang lebih efisien dan transparan. Dengan saling pengakuan, rantai perdagangan dapat diperpendek, biaya operasional ditekan, dan kepercayaan konsumen semakin terbangun.
Pertemuan ini pada akhirnya menjadi penegasan komitmen kedua negara. "Secara keseluruhan, pertemuan bilateral tersebut mempertegas komitmen kuat BPJPH dan USDA dalam memperkuat perdagangan pertanian berbasis halal, membangun proses sertifikasi halal yang lebih terintegrasi," tutup Haikal. Upaya bersama ini diharapkan tidak hanya mempermudah arus barang, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis halal yang berkelanjutan bagi kedua bangsa.
Artikel Terkait
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg
KAI Tambahkan Pemberhentian di Jatinegara Antisipasi Macet Monas