Riyadh – Suara ledakan kembali mengguncang wilayah Arab Saudi. Kali ini, sebuah pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat menjadi sasaran. Serangan udara yang dilancarkan Iran ini, menurut laporan, menyebabkan belasan tentara AS terluka. Dua di antaranya bahkan mengalami luka serius.
Kejadian ini bukan yang pertama. Sejak perang meletus akhir Februari lalu, Teheran terus membalas gempuran AS dan Israel. Mereka menuding negara-negara Teluk, termasuk Saudi, menjadi landasan peluncuran serangan terhadap mereka. Jadi, serangan ini bisa dibilang bagian dari balasan beruntun yang sudah diperkirakan banyak pihak.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, serangan itu melibatkan rudal dan drone tempur. Saat itu, para tentara AS sedang berada di dalam sebuah bangunan di kompleks Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Bangunan itu terkena imbas langsung.
Laporan dari media AS seperti New York Times dan Wall Street Journal mengonfirmasi hal ini. Mereka mengutip pejabat-pejabat yang enggan disebut namanya. Tak hanya menimbulkan korban jiwa, serangan ini juga merusak beberapa aset militer. Beberapa pesawat pengisian bahan bakar di udara dilaporkan mengalami kerusakan.
Sebenarnya, pihak Saudi sudah berusaha mencegahnya. Mereka disebutkan telah mencegat sejumlah rudal yang menuju area dekat pangkalan tersebut. Tapi rupanya, tidak semua bisa dihalau.
Situasinya memang makin panas. Serangan balasan Iran ini menunjukkan eskalasi konflik yang tak kunjung mereda. Apa yang terjadi di Riyadh mungkin baru babak berikutnya.
Artikel Terkait
CFD di Jalan HR Rasuna Said untuk Sementara Dihentikan, Pemprov DKI Lakukan Evaluasi
Klaim BPJS Ketenagakerjaan Melonjak akibat Gelombang PHK, OJK Soroti Tekanan pada JHT dan JKP
Iran Siapkan Sistem Berbayar di Rute Khusus Selat Hormuz, Hanya Kapal yang Bekerja Sama dengan Teheran Boleh Melintas
PSK di Bandar Lampung Ditikam Tamu Usai Tagih Biaya Kencan, Pelaku Kabur