Presiden Prabowo Subianto punya ambisi besar untuk industri otomotif dalam negeri. Ia ingin Indonesia tak cuma jadi pasar, tapi juga punya produk sendiri. Mobil nasional, lalu motor nasional. Itu cita-citanya.
Gagasan soal motor nasional ini seperti kelanjutan dari wacananya sebelumnya tentang mobil buatan anak bangsa. Prabowo tampaknya cukup terinspirasi oleh kemampuan PT Pindad yang sudah berhasil merancang kendaraan taktis. Dari situ, mungkin ia berpikir, kenapa tidak untuk kendaraan komersial?
Di Bekasi beberapa waktu lalu, Prabowo dengan penuh keyakinan menyampaikan hal itu.
"Inshaallah, Indonesia akan menjadi negara yang hebat. Kita akan punya mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri," ujarnya.
Lantas, bagaimana tanggapan pelaku industri yang sudah lama bermain di sini? PT Astra Honda Motor (AHM) menyambut baik rencana itu. Hanya saja, bagi mereka, wacana itu masih terlalu awal. Marketing Director AHM, Octavianus Dwi, mengaku belum tahu detailnya karena baru sebatas pidato.
"Ya sejauh ini kan baru di-state ya. Kami menunggu saja nanti dari kejelasannya seperti apa," kata Octavianus di Cikarang.
Di sisi lain, sejumlah menteri sudah mulai angkat bicara. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, misalnya. Ia menyebut anggaran dan lahan sudah disiapkan. Bahkan ada sinyal-sinyal soal harga. Airlangga menekankan, pasar terbesar saat ini adalah mobil dengan harga di bawah Rp300 juta. Itu yang jadi patokan.
"Sehingga affordability menjadi tantangan," tuturnya.
Sementara itu, dari Kementerian Perindustrian, Menteri Agus Gumiwang punya timeline yang lebih jelas. Menurutnya, konsep mobil nasional ini sudah siap dan menargetkan produksi dimulai pada 2027. Proyek yang menggandeng Pindad ini diklaim siap secara konsep, teknologi, hingga pembiayaan.
"Kami optimistis bahwa konsep yang dibahas Pindad untuk proyek mobil nasional adalah jalan yang baik," kata Agus.
Jadi, wacananya sudah bergulir. Respon dari industri ada, dukungan dari kementerian juga mengalir. Tinggal kita lihat, bagaimana realisasinya nanti di lapangan. Apakah mimpi besar ini benar-benar akan meluncur dari pabrik, atau tetap menjadi pembicaraan di ruang rapat.
Artikel Terkait
KCIC Targetkan 30 Ribu Penumpang Harian Whoosh Tercapai pada 2028
TikTok Akui Sistem Deteksi Usia Belum Sempurna, 1,7 Juta Akun Anak Diblokir tapi Banyak Pengguna Dewasa Ikut Terdampak
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kembali Desak Komisi III DPR Gelar RDPU soal Kasus Ijazah Jokowi
Anggaran Keselamatan KAI Dipertanyakan Usai Kecelakaan di Bekasi Timur, Pakar: Publik Berhak Tahu Alokasi Dana Proteksi