Timnas Swedia dan Tunisia sama-sama mengincar awal yang sempurna saat saling berhadapan pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Senin (15/6) pukul 09.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi menjadi penentu awal persaingan grup yang juga dihuni dua kekuatan besar, Belanda dan Jepang. Oleh karena itu, tiga poin menjadi target wajib bagi kedua tim jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Di atas kertas, Swedia sedikit lebih diunggulkan berkat kualitas lini serang mereka. Namun, Tunisia datang dengan modal pertahanan yang nyaris sempurna sepanjang babak kualifikasi. Kembalinya Swedia ke panggung Piala Dunia setelah gagal tampil pada edisi 2022 di Qatar disambut optimisme tinggi berkat generasi pemain yang sedang berada dalam performa terbaik.
Pelatih Graham Potter memiliki dua senjata utama di lini depan, yakni Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Keduanya tampil tajam bersama klub masing-masing dan diharapkan menjadi pembeda pada laga pembuka. Selain itu, Swedia juga diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa seperti Victor Lindelof, Lucas Bergvall, hingga Isak Hien. Kabar baiknya, seluruh pemain utama Swedia berada dalam kondisi fit menjelang pertandingan sehingga Potter bisa menurunkan kekuatan terbaiknya.
Sementara itu, jika Swedia mengandalkan produktivitas lini depan, Tunisia justru membangun kekuatannya dari pertahanan yang sangat disiplin. Eagles of Carthage tampil luar biasa pada babak kualifikasi zona Afrika. Mereka mencatat sembilan kemenangan dan satu hasil imbang, sekaligus tidak kebobolan satu gol pun sepanjang perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Catatan tersebut membuat Tunisia menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik menjelang turnamen.
Meski demikian, kepercayaan diri mereka sedikit terganggu setelah kalah telak 0-5 dari Belgia dalam laga uji coba terakhir. Kekalahan itu menjadi alarm bahwa Tunisia masih memiliki pekerjaan rumah ketika menghadapi tim dengan kualitas menyerang tinggi. Pelatih Sabri Lamouchi diyakini akan tetap mengandalkan organisasi permainan yang rapat dengan harapan meredam ketajaman Isak dan Gyokeres.
Secara historis, Swedia jauh lebih berpengalaman di Piala Dunia. Blagult pernah menjadi runner-up pada 1958 serta menembus semifinal edisi 1950 dan 1994. Dalam era modern, pencapaian terbaik mereka terjadi pada 2018 ketika berhasil melaju hingga perempat final. Sebaliknya, Tunisia masih memburu sejarah baru. Dari enam penampilan sebelumnya di putaran final Piala Dunia, mereka belum pernah lolos dari fase grup.
Namun, Tunisia memiliki catatan bersejarah sebagai tim Afrika pertama yang memenangkan pertandingan Piala Dunia saat mengalahkan Meksiko pada 1978. Motivasi untuk memecahkan kutukan fase grup menjadi bahan bakar tambahan bagi wakil Afrika tersebut.
Kedua negara memang belum pernah bertemu di putaran final Piala Dunia. Namun dalam empat laga persahabatan sebelumnya, Swedia sedikit unggul dengan dua kemenangan. Di sisi lain, Tunisia meraih satu kemenangan, sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang. Pertandingan di Monterrey akan menjadi pertemuan kompetitif pertama kedua negara sekaligus salah satu laga yang berpotensi menentukan peta persaingan Grup F.
Dengan kehadiran Belanda dan Jepang sebagai unggulan grup, duel Swedia kontra Tunisia memiliki nilai yang sangat besar. Tim yang mampu meraih kemenangan akan mendapatkan keuntungan signifikan dalam perebutan tiket menuju babak 32 besar. Swedia memiliki kualitas individu lebih baik dan lini depan yang lebih tajam. Namun Tunisia terbukti mampu menjadi lawan yang sangat sulit ditembus ketika bermain disiplin. Laga diperkirakan berlangsung ketat dengan pertarungan menarik antara kreativitas lini serang Swedia dan solidnya pertahanan Tunisia.
Berikut perkiraan susunan pemain kedua tim. Swedia (4-4-2): Jacob Widell Zetterstrom; Victor Lindelof, Isak Hien, Gustaf Lagerbielke, Gabriel Gudmundsson; Benjamin Nygren, Lucas Bergvall, Ken Sema, Jesper Karlstrom; Alexander Isak, Viktor Gyokeres. Sementara itu, Tunisia (4-3-3): Mouhib Chamakh; Omar Rekik, Adam Arous, Montassar Talbi, Ali Abdi; Ismael Gharbi, Hannibal Mejbri, Anis Slimane; Ellyes Skhiri, Elias Achouri, Hazeem Mastouri.
Swedia memiliki kualitas menyerang yang lebih meyakinkan, terutama dengan duet Isak dan Gyokeres yang sedang berada dalam performa terbaik. Namun Tunisia dikenal sulit ditembus dan memiliki organisasi pertahanan yang sangat rapi. Jika mampu mencetak gol lebih dulu, Swedia berpeluang mengontrol jalannya pertandingan. Sebaliknya, Tunisia bisa membuat kejutan apabila berhasil memaksa laga berjalan lambat dan penuh duel fisik. Swedia diprediksi menang dengan skor 2-0.
Artikel Terkait
Israel Klaim Tewaskan Tokoh Senior Hizbullah dalam Serangan Rudal di Beirut
Jakarta Fair 2026: Simulator Masinis LRT Jakarta Jadi Daya Tarik Utama Pengunjung
Pantai Gading vs Ekuador Jadi Laga Pembuka Grup E Piala Dunia 2026
ASDP Siapkan Armada dan Diskon Tarif 100 Persen Jelang Lonjakan Penumpang Libur Sekolah