Transformasi digital kini bukan lagi sekadar wacana bagi perbankan daerah. Di berbagai provinsi, Bank Pembangunan Daerah (BPD) serius menggenjot penguatan teknologi. Tujuannya jelas: agar layanan mereka tetap 'nyambung' dengan gaya hidup masyarakat yang kian hari kian bergantung pada gawai dan internet. Perubahan perilaku konsumen ini memang tak terbendung, bahkan merambah hingga ke kota-kota kecil.
Di sisi lain, peran BPD sendiri sebenarnya sudah sangat strategis. Mereka mengelola dana APBD dan punya kedekatan emosional dengan masyarakat lokal. Nah, digitalisasi ini dianggap sebagai kunci untuk membuka pintu inklusi keuangan lebih lebar. Bukan cuma untuk warga ibu kota, tapi juga buat mereka yang tinggal di daerah lapis kedua atau ketiga, yang selama ini mungkin masih kesulitan mengakses layanan keuangan yang modern dan mudah.
Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, mengamati tren ini dengan saksama.
“Perkembangan perbankan tidak hanya terjadi secara nasional, tetapi juga di daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, BPD mulai benar-benar fokus melakukan transformasi digital agar layanan mereka semakin relevan bagi konsumen,” ujarnya di Jakarta, Jumat lalu.
Dorongannya datang dari mana? Ya dari kita sendiri. Kebutuhan akan kemudahan bertransaksi mulai belanja online, bayar tagihan, pesan tiket, sampai kirim uang ke luar daerah semakin tinggi. Kalau layanannya masih konvensional, ya nasabah bisa lari. Makanya, digitalisasi bukan cuma soal gengsi, tapi menjadi solusi konkret untuk menjaga dana masyarakat tetap mengendap di bank daerah sekaligus meningkatkan pengalaman mereka.
Ada aspek lain yang tak kalah krusial: keamanan. Dengan volume transaksi digital yang melonjak, kemampuan BPD dalam mengelola risiko dan mencegah penipuan harus ditingkatkan. Penguatan teknologi di sini menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan.
Vira menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung proses ini.
“Komitmen kami adalah membantu BPD meningkatkan peran strategisnya sebagai pintu utama layanan keuangan digital di berbagai provinsi, sehingga inklusi keuangan dapat didorong tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah,” katanya.
Ke depan, gelombang transformasi digital di tubuh BPD ini diproyeksikan bakal terus mengalir. Dan yang menarik, ia berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah. Sebuah langkah penting yang, jika berjalan mulus, bisa membawa dampak riil bagi pemerataan pembangunan.
Nasywa Salsabila
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Alokasikan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung Baru MUI
Bank Mandiri Catat Aset Rp2.829,9 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 13,4%
KPK Tangkap Dua Pimpinan PN Depok dalam OTT, Sita Rp850 Juta
BPI Danantara Resmi Bangun Pabrik Bioetanol Terintegrasi di Banyuwangi