Timnas Futsal Fokus Pemulihan Fisik Jelang Final Piala Asia Lawan Iran

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 00:40 WIB
Timnas Futsal Fokus Pemulihan Fisik Jelang Final Piala Asia Lawan Iran

JAKARTA – Kepercayaan diri Hector Souto terpancar jelas. Menjelang laga puncak Piala Asia Futsal 2026 melawan Iran, pelatih Timnas Futsal Indonesia itu tak ragu menyatakan kesiapan anak asuhnya. Menurutnya, Skuad Garuda akan tampil disiplin, berani, dan kompetitif. Semua demi satu tujuan: menciptakan kejutan.

Partai final yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam WIB ini, memang istimewa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia berhasil menembus final turnamen futsal level Asia. Lawannya bukan sembarang tim, melainkan juara bertahan sekaligus raksasa Asia, Iran.

Namun begitu, ada pekerjaan rumah mendesak yang harus diselesaikan Souto dan timnya: pemulihan. Setelah melalui laga semifinal yang menguras tenaga melawan Jepang, fokus utama adalah mengembalikan kondisi fisik para pemain.

“Kami sedang dalam proses pemulihan untuk pertandingan,” ujar Souto dalam konferensi pers, Jumat (6/2/2026).

“Pemain kami belum dalam kondisi prima, tetapi pemain lain baru saja memulai latihan,” tambah pelatih asal Spanyol itu.

Program pemulihan pun langsung dijalankan. Mulai dari latihan ringan di gym hingga perawatan intensif bersama tim medis. “Sore ini kami akan mengadakan latihan baru untuk memulihkan mereka dan juga perawatan dengan terapis, tukang pijat, dan dokter, yang terbaik untuk besok. Itulah proses kami,” jelasnya.

Soal taktik? Itu urusan nanti. Souto mengaku prioritasnya saat ini cuma satu. “Kami memikirkan kondisi tubuh kami karena pertandingan kemarin sangat melelahkan,” katanya. Pembahasan detail strategi akan menyusul setelah kondisi fisik pemain benar-benar stabil.

Di sisi lain, dari sudut pandang pemain, suasana justru terasa lebih ringan. Brian Ick, salah satu pilar tim, menegaskan mereka siap menghadapi final tanpa beban berlebihan.

“Untuk pertandingan besok, saya sebagai pemain dan teman-teman sudah persiapkan diri untuk pertandingan final,” ujar pemain Black Steel tersebut.

Baginya, justru karena ini pengalaman pertama, tekanan itu hampir tak terasa. “Buat tekanan, saya rasa tidak ada karena ini kali pertama Indonesia masuk ke partai final. Dan saya rasa tidak ada tekanan sama sekali,” ucap Brian.

Mental tanpa beban itu bisa jadi senjata tersendiri. Apalagi ditambah dukungan suporter yang dipastikan memadati Indonesia Arena. Energi dari tribun diharapkan menjadi penyemangat ekstra saat berhadapan dengan tim sekuat Iran.

Perjalanan menuju final sendiri penuh drama. Indonesia harus berjuang keras menyingkirkan Jepang dengan skor 5-3 setelah melalui babak perpanjangan waktu. Sementara Iran, dengan segala pengalamannya, dengan lebih meyakinkan mengalahkan Irak 4-2.

Fakta bahwa Iran adalah tim tersukses sepanjang sejarah Piala Asia memang membuat final esok jadi tantangan yang amat berat. Tapi, seperti kata Souto dan para pemain, mereka sudah siap. Siap berjuang, siap berkompetisi, dan siapa tahu, siap menciptakan sejarah baru.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar