Yang menarik, misi kali ini tidak hanya mengandalkan jalur laut. Seorang aktivis lain mengungkapkan bahwa akan ada konvoi darat paralel yang bergerak menuju Gaza. Konvoi ini direncanakan membawa muatan serupa mulai dari perlengkapan medis, makanan, hingga berbagai bahan bantuan mendesak lainnya yang sangat dibutuhkan warga sipil.
Para profesional seperti dokter dan insinyur disebutkan akan bergabung dalam rombongan darat yang rencananya berangkat dari Afrika Utara. Rute yang ditempuh akan melintasi Mesir dengan tujuan akhir mencapai perbatasan Rafah. Selain itu, sebuah konvoi darat kedua juga sedang dipersiapkan untuk berangkat dari kawasan Asia Selatan, meski detail teknisnya masih akan diumumkan kemudian.
Menggarisbawahi semangat solidaritas global yang mendasari gerakan ini, sang aktivis menegaskan, "Jadi, koridor-koridor yang digerakkan oleh tenaga manusia ini adalah tanggung jawab kita, dan kita harus benar-benar memikul tanggung jawab sebagai bagian dari seluruh dunia."
Latar Belakang dan Tantangan Misi Sebelumnya
Upaya bantuan sipil semacam ini bukan tanpa risiko dan sejarah kelam. Misi laut Global Sumud Flotilla yang pertama, yang diluncurkan pada pertengahan 2025, berakhir dengan insiden penyerangan dan penyitaan. Lebih dari 40 kapal yang menjadi bagian dari armada bantuan kemanusiaan kala itu disita oleh pasukan Israel.
Akibat insiden tersebut, lebih dari 450 aktivis internasional ditahan. Banyak dari mereka yang kemudian dibebaskan melaporkan pengalaman traumatis dan mengklaim mengalami berbagai bentuk penyiksaan selama masa penahanan. Latar belakang inilah yang membuat persiapan dan pengumuman misi terbaru ini mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan pengamat kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional.
Artikel Terkait
Kota Tua Jakarta Ramai Dikunjungi 18 Ribu Wisatawan Selama Dua Hari Libur Lebaran
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa di Tol Cipali, Arah Jakarta Padat
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Melonjak 161,5%
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Naik 1,5 Kali Lipat