Di sisi lain, ada juga potensi tersembunyi dari sumur-sumur yang menganggur atau idle wells. Dari pemetaan yang dilakukan, terdapat sekitar 4.500 sumur semacam itu. Mayoritas, tepatnya 4.200 sumur, merupakan aset Pertamina. Sisanya dimiliki kontraktor swasta.
Rikky berharap momentum penemuan di cekungan Andaman dan Kutai Basin pada 2024 dan 2025 lalu bisa berlanjut. "Ini yang harapan kami, apa yang dilalui pada 2024 maupun 2025 dengan temuan di Andaman maupun di Kutai Basin, akan diikuti dari wilayah lain," ujarnya.
Upaya menggarap sumur baru dan mengoptimalkan yang lama ini memang mendesak. Kenapa? Trennya jelas: sumber daya yang ada terus menurun secara alamiah. Lapangan-lapangan tua produksinya terus merosot.
"Kami melihat bahwa penurunan alamiah produksi di lapangan-lapangan tua dengan decline hampir 3,9 persen sampai 4,5 persen harus kami tahan dengan sangat masifnya kegiatan eksplorasi di Indonesia,"
Begitu kata Rikky menekankan. Jadi, semua upaya eksplorasi ini bukan sekadar mencari yang baru, tapi juga untuk menahan laju penurunan yang tak terhindarkan itu.
Artikel Terkait
Pramono Anung Beri Sinyal Tegas: Spanduk Parpol Izin Habis Langsung Ditertibkan
KPK Gelar Dua OTT dalam Sehari: Banjarmasin dan Jakarta Jadi Sasaran
Prabowo Panggil Eks-Menlu Bahas Strategi di Tengah Gejolak Global
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Insider Trading Rp467 Miliar