Diplomasi Nuklir AS-Iran Tetap Jalan di Tengah Insiden Militer yang Memanas

- Rabu, 04 Februari 2026 | 13:15 WIB
Diplomasi Nuklir AS-Iran Tetap Jalan di Tengah Insiden Militer yang Memanas

"Pembicaraan tersebut saat ini masih dijadwalkan," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Namun begitu, dia juga menyisipkan pesan yang cukup keras. "Presiden Trump selalu ingin mengutamakan diplomasi, tetapi jelas dibutuhkan kerja sama dari kedua pihak. Anda membutuhkan mitra yang bersedia untuk melakukan diplomasi, dan itulah yang ingin dieksplorasi dan didiskusikan oleh Utusan Khusus Witkoff."

Leavitt lalu menambahkan, "Tapi, seperti biasa, tentu saja, presiden memiliki berbagai pilihan yang tersedia terkait Iran." Sebuah peringatan halus, tapi maknanya dalam.

Peringatan itu sejalan dengan sikap Trump selama ini. Dia berulang kali mendesak Iran untuk membuat kesepakatan, sambil di saat bersamaan mengerahkan lebih banyak kekuatan militer AS ke kawasan Timur Tengah. Tuntutannya dua hal: hentikan program nuklir dan stop pembunuhan terhadap para demonstran anti-pemerintah di Iran.

Jadi, beginilah situasinya. Satu sisi, senjata berbicara. Di sisi lain, meja perundingan masih disiapkan. Pekan ini akan menunjukkan mana yang lebih kuat: ketegangan atau diplomasi.


Halaman:

Komentar