"Pembicaraan tersebut saat ini masih dijadwalkan," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Namun begitu, dia juga menyisipkan pesan yang cukup keras. "Presiden Trump selalu ingin mengutamakan diplomasi, tetapi jelas dibutuhkan kerja sama dari kedua pihak. Anda membutuhkan mitra yang bersedia untuk melakukan diplomasi, dan itulah yang ingin dieksplorasi dan didiskusikan oleh Utusan Khusus Witkoff."
Leavitt lalu menambahkan, "Tapi, seperti biasa, tentu saja, presiden memiliki berbagai pilihan yang tersedia terkait Iran." Sebuah peringatan halus, tapi maknanya dalam.
Peringatan itu sejalan dengan sikap Trump selama ini. Dia berulang kali mendesak Iran untuk membuat kesepakatan, sambil di saat bersamaan mengerahkan lebih banyak kekuatan militer AS ke kawasan Timur Tengah. Tuntutannya dua hal: hentikan program nuklir dan stop pembunuhan terhadap para demonstran anti-pemerintah di Iran.
Jadi, beginilah situasinya. Satu sisi, senjata berbicara. Di sisi lain, meja perundingan masih disiapkan. Pekan ini akan menunjukkan mana yang lebih kuat: ketegangan atau diplomasi.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Kaji Cara Hidupkan Kembali E-Commerce Lokal
Istri Tahanan KPK Bawa Pulang Jatah Makanan Suami Saat Kunjungan Lebaran
Rhoma Irama Sumbang Rp100 Juta untuk Musisi Dangdut yang Belum Terima Royalti
BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran, Antisipasi Hujan Ekstrem dan Karhutla