Strateginya jelas: tangani darurat dulu, lalu perbaiki secara menyeluruh nanti. Untuk kondisi darurat, digunakan material aspal instan atau cold mix yang bisa langsung diaplikasikan di lokasi berlubang. Cara ini dianggap paling efektif untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan pengendara dalam waktu singkat.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga tak hanya fokus pada perbaikan darurat. Ada upaya pemeliharaan berkala untuk jalan-jalan yang kondisinya masih baik. Ini adalah langkah pencegahan agar kerusakan tidak meluas.
Lantas, seberapa gencar aksi perbaikan ini? Menurut data Dinas Bina Marga, sejak awal Januari hingga 26 Januari 2026, sudah ada 6.381 titik jalan yang ditangani. Kemudian, dalam periode 27 Januari hingga 2 Februari, tambahan 2.147 titik lagi diperbaiki.
Angkanya cukup signifikan. Total, sudah 8.528 titik jalan di seluruh Jakarta yang mendapat perhatian. Dan jumlah itu dipastikan akan terus bertambah. Pasukan kuning Bina Marga masih terus bergerak, menelusuri sudut-sudut kota untuk mencari lubang yang perlu ditambal.
Jadi, meski hujan masih turun, perbaikan jalan tetap berjalan. Memang belum sempurna, tapi setidaknya upaya darurat terus dilakukan. Tinggal menunggu cuaca cerah untuk penanganan yang lebih permanen.
Artikel Terkait
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Insider Trading Rp467 Miliar
KPK Bergerak di Banjarmasin, Kantor Pajak Jadi Sasaran OTT
Tanggal Lahir Palsu: Bocah Pintar Bobol Batas Usia di Platform Digital
Eyang Meri, Istri Hoegeng, Beristirahat di Sisi Sang Legenda