Semangat Tak Kenal Usia: Ribuan Lansia Jakarta Wisuda di Usia Senja

- Senin, 24 November 2025 | 12:25 WIB
Semangat Tak Kenal Usia: Ribuan Lansia Jakarta Wisuda di Usia Senja

Jakarta tak pernah berhenti berupaya memberikan pendidikan yang layak bagi seluruh warganya. Tak terkecuali mereka yang sudah berusia lanjut. Inovasi terbaru yang digulirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah menghadirkan Sekolah Lansia, sebuah program yang ternyata disambut dengan semangat luar biasa.

Harmiyati, warga Susukan, Jakarta Timur, adalah salah satu yang merasakan langsung manfaatnya. Baginya, kehadiran Sekolah Lansia Senior School Pintar (SPP) ini seperti angin segar. Dia dan kawan-kawan sepantarannya kini punya wadah untuk terus menambah ilmu dan memperluas pergaulan.

"Alhamdulillah, dengan adanya Senior School Pintar ini kita sebagai lansia merasa senang, menambah wawasan, teman, menambah ilmu. Bagi kita semua yang sudah lansia, itu sangat luar biasa,"

Ucap Harmiyati dengan nada penuh syukur. Dia adalah salah satu lulusan SPP yang berharap program ini tak berhenti begitu saja.

"Saya secara pribadi merasa sangat senang sekali dengan adanya sekolah ini. Saya berharap, semoga berkelanjutan tidak hanya sampai di sini. Apalagi, banyak lansia yang meminta pengin ikut Sekolah Lansia. Kami dari lansia merasa senang dengan adanya sekolah ini,"

tambahnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Saat menghadiri Wisuda Akbar Sekolah Lansia di TMII beberapa waktu lalu, dia menyaksikan langsung semangat membara para lansia. Sebanyak 1.618 lansia diwisuda dalam acara tersebut.

"Bagi saya, kesediaan mereka bersekolah di usia lanjut adalah hal yang luar biasa,"

kata Pramono.

Namun yang benar-benar membuatnya terkejut adalah usia sebagian peserta. Ada yang sudah menginjak 80 tahun bahkan 87 tahun, tapi gairah belajarnya masih menyala-nyala.

"Yang lebih bikin saya kaget, ada dua wisudawan tadi yang paling tua. Ibu tadi umurnya 87 tahun, dan yang Bapak tadi 80 tahun. Luar biasa,"

ungkapnya penuh decak kagum.

Saat ini, sudah sepuluh Sekolah Lansia yang beroperasi di penjuru Jakarta. Pramono pun memerintahkan Dinas PPAPP untuk terus mengembangkan program ini, agar bisa menjangkau lebih banyak lagi lansia yang haus ilmu.

"Menurut saya, bukan ijazahnya yang utama, melainkan prosesnya. Di sini, para lansia memiliki ruang untuk bertemu, berkumpul, berinteraksi, menjaga kebahagiaan, serta saling bertukar informasi. Apalagi, kini ada 'Pasukan Putih' yang juga bertugas melayani lansia. Mudah-mudahan ini dapat meringankan kehidupan mereka,"

tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, memaparkan bahwa program ini dirancang sebagai pendidikan nonformal berbasis masyarakat. Tujuannya jelas: menciptakan lansia tangguh di tengah keluarga yang nyaman.

Program ini menjadi semacam wadah berkumpul, belajar, dan beraktivitas sosial. Sasaran utamanya adalah mewujudkan lansia yang tak hanya sehat dan mandiri, tapi juga aktif, produktif, dan tentu saja, bermartabat.

Konsep SMART yang diperkenalkan mencakup tujuh dimensi: spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, dan lingkungan. Harapannya, lansia tak lagi sekadar penerima bantuan, melainkan subjek pembangunan yang masih bisa memberi kontribusi nyata.

Untuk memastikan keberlangsungannya, Dinas PPAPP sedang menyusun Peraturan Gubernur khusus tentang Bina Keluarga Lansia melalui Sekolah Lansia. Dengan payung hukum yang kuat, diharapkan kualitas hidup lansia Jakarta bisa terus terdongkrak, membuat masa tua mereka justru penuh makna dan manfaat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar