Sebelumnya, komitmen juga datang dari PT Pertamina. Direktur Utama perusahaan, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan kesiapan Pertamina untuk menjadi offtaker atau pembeli produk dari proyek hilirisasi batu bara ini. Intinya, DME hasil olahan batu bara itu nantinya diharapkan bisa menggantikan peran LPG yang selama ini banyak digunakan.
"Ini adalah langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah,"
Kata Simon dalam sebuah keterangan resmi pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Kerja sama strategis antara Pertamina dan Holding Pertambangan MIND ID telah ditandatangani, mengukuhkan peran tersebut. Lewat kolaborasi itu, Pertamina tak cuma jadi pembeli, tapi juga bertindak sebagai agregator infrastruktur distribusi. Sebuah langkah konkret yang dinilai penting untuk masa depan energi dalam negeri.
Artikel Terkait
Suite Class KAI Meledak: Penumpang Naik Hampir 90% dalam Dua Tahun
Slowakia Tawarkan Paket Lengkap untuk PLTN Pertama Indonesia
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 382 Ribu, H-2 dan H-3 Paling Diburu
Perminas Resmi Diresmikan, Fokus Garap Tanah Jarang yang Terpendam