Di tengah suasana Idulfitri, sebuah serangan dilancarkan terhadap fasilitas nuklir Natanz milik Iran. Menurut laporan, Amerika Serikat dan Israel berada di balik aksi ini. Organisasi energi atom negara tersebut langsung merespons.
"Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini,"
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka, yang dikutip oleh kantor berita Tasnim dan dilansir AFP pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Untungnya, kabar buruk itu diiringi sedikit kelegaan. Menurut keterangan tambahan, tidak ada laporan kebocoran bahan radioaktif di daerah Iran tengah tempat fasilitas itu berdiri.
Serangan ini terjadi di hari yang seharusnya penuh sukacita. Ribuan umat Muslim Iran tengah merayakan Idulfitri, yang tahun ini jatuh persis pada tanggal 21 Maret. Salat Id menandai akhir dari bulan Ramadan sebuah momen damai yang justru dikoyak oleh berkecamuknya ketegangan di Timur Tengah. Sungguh ironis.
Artikel Terkait
Truk Tabrak Halte Transjakarta Tebet Eco Park, Plafon Ambruk dan Kaca Pecah
China Tegaskan Komitmen Buka Akses Investasi Asing di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Venezuela Umumkan Darurat Usai Gempa Dahsyat 7,5 SR, Bandara Maiquetia Ditutup
13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Dilimpahkan ke Kejari, Segera Disidangkan