Sebelum memilih produk perawatan kulit, banyak dari kita memulai dengan skin check. Proses ini biasanya cuma seputar mengenali jenis kulit kering, berminyak, kombinasi atau mencari tahu penyebab jerawat yang tiba-tiba muncul. Tapi, cara kita memahami kulit ternyata sudah berubah. Riset dermatologi berkembang, dan pengetahuan kita pun ikut melangkah lebih jauh.
Faktanya, beberapa masalah kulit yang tampak mirip ternyata punya akar penyebab yang berbeda. Jerawat, kemerahan, atau sensasi kulit sensitif tak melulu soal minyak berlebih atau salah pakai skincare. Ada faktor lain yang main peran lebih dalam: komunitas mikroorganisme alami di kulit kita, atau yang disebut skin microbiome.
Sebuah studi di Journal of Investigative Dermatology menyoroti hal ini. Komunitas mikroba itu sebenarnya berfungsi menjaga keseimbangan dan perlindungan kulit. Nah, ketika keseimbangannya terganggu, berbagai masalah bisa muncul. Bisa jadi, rutinitas perawatanmu sudah tepat, tapi kulit tetap bermasalah karena faktor ini.
Jerawat Bisa Sama, Tapi Pemicunya Beda
Ambil contoh jerawat. Pada sebagian orang, pemicunya memang produksi minyak berlebihan. Namun begitu, pada kasus lain, akar masalahnya justru terletak pada skin barrier yang rusak atau ketidakseimbangan microbiome. Ini yang sering luput dari perhatian.
Pendekatan perawatan yang terlalu umum dan ikut-ikutan tren berisiko bikin masalah kulit berulang. Produk yang mujarab buat si A, belum tentu cocok buat si B, meski keluhan mereka terlihat persis sama. Makanya, memahami kondisi kulit secara lebih menyeluruh jadi kunci yang semakin relevan sekarang.
Di sinilah skin check dengan analisis mendalam berperan. Ia membantu memetakan kondisi kulit tanpa bergantung pada asumsi belaka. Tujuannya jelas: mendorong perawatan yang lebih terarah, bukan sekadar coba-coba ikut rekomendasi viral.
Artikel Terkait
Kepergian Lula Lahfah Guncang Dunia Maya, Media Asing Turut Berduka
Kisah Lula Lahfah: Pelajaran Nyata tentang CPR yang Bisa Selamatkan Nyawa
Ayah Lula Lahfah Ungkap Kabar Duka dari Asisten, Bukan dari Putrinya Sendiri
Minggu Pertama Ramadan: Saat Tubuh Protes dan Cara Menyiasatinya