Tragis di Tanjung Priok: Ibu dan Dua Anak Tewas, Satu Selamat dalam Kondisi Kritis

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:35 WIB
Tragis di Tanjung Priok: Ibu dan Dua Anak Tewas, Satu Selamat dalam Kondisi Kritis

Suasana mencekam masih menyelimuti sebuah rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di dalamnya, seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tak bernyawa. Peristiwa tragis ini baru terungkap ketika salah satu anggota keluarga pulang kerja dan menemukan keadaan yang tak terbayangkan.

Korban adalah Siti Solihah (50) beserta dua putranya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sedikit ada cahaya di tengah duka, anak ketiga Siti, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), berhasil selamat. Saat ini kondisinya masih kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menurut keterangan tetangga, pertemuan terakhir dengan salah satu korban terjadi tak lama sebelum peristiwa. Bagas, tetangga samping rumah, mengaku sempat bertemu Afiah.

"Iya, malam tanggal 1 Januari gitu. Waktu itu aku baru pulang nganterin tukang pijat yang biasa dateng ke keluarga mereka," kenang Bagas saat ditemui di Warakas, Sabtu (3/1).

"Lagi di jalan, aku lihat dia. Cuma sempat manggil 'kak' doang. Ya cuma sampai situ," imbuhnya, mencoba mengingat.

Dia memperkirakan pertemuan singkat itu terjadi lewat dari pukul delapan malam. "Lagi di jalan juga, nggak terlalu lihat jam sih. Tapi pasti udah lewat jam 20.00 WIB."

Bagas menegaskan, pertemuan itu benar-benar hanya sekadar sapa. Tidak ada obrolan panjang, apalagi pertanyaan kemana atau sedang apa. "Nggak bisa dibilang interaksi sih. Cuma tegur sapa biasa aja. 'Kak', terus dia jawab, ya udah."

Yang membuatnya heran, sama sekali tak ada suara keributan atau hal mencurigakan dari rumah sebelah malam itu. Semuanya terlihat biasa saja.

Bahkan, menurut pengakuannya, dia masih sempat melihat Afiah lebih awal, tepat di malam tahun baru. Saat itu, banyak warga yang bakar-bakar atau kumpul-kumpul di luar.

"Dia nggak ikut bakar-bakaran sih. Cuma pas aku lagi di luar, dia buka pagar. Kayak mau lihat suasana aja gitu. Lalu kami cuma saling lihat dan angguk," tutur Bagas.

Kini, kenangan sekilas itu tinggal cerita. Rumah yang dulu tampak tenang, telah berubah menjadi lokasi sebuah tragedi yang masih menyisakan banyak tanda tanya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar