Kekhawatiran ini tentu bukan tanpa sebab. Sebelumnya, India telah melaporkan dua kasus di Bengal Barat pada pertengahan Januari lalu. Kabar yang beredar kemudian, jumlahnya bertambah jadi tiga orang, dengan sekitar seratus orang lainnya harus menjalani karantina. Situasi ini langsung menimbulkan kewaspadaan global.
Negeri jiran seperti Thailand dan Nepal, misalnya, tak mau ambil risiko. Mereka langsung menggencarkan pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara internasional dan pos perbatasan. Tujuannya jelas: mencegah penularan yang lebih luas.
Pemeriksaan ketat ini berlaku untuk semua penumpang, tapi fokus utama tentu pada mereka yang baru datang dari India, khususnya Bengal Barat. Kekhawatiran serupa juga terasa di China, terutama menyambut perayaan Imlek yang mobilitas penduduknya bakal meningkat drastis. Virus Nipah memang bukan lawan yang bisa dianggap enteng.
Virus ini bisa menular dari hewan, seperti kelelawar buah atau babi, dan juga antar manusia. Yang bikin ngeri, tingkat kematiannya terbilang sangat tinggi, mencapai 75 persen. Wajar saja jika banyak negara langsung siaga mendengar kabar kemunculannya.
Nadya Kurnia
Artikel Terkait
Perang dengan Iran Borong Rp5,4 Triliun Anggaran Israel per Hari
Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung
Rest Area KM 207A Cirebon Sepi Usai Arus Mudik Surut
Transaksi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Selama Ramadan, Tertinggi di Jawa