"Beberapa kali Haikal hampir tidak sadarkan diri kembali, namun Taruna Akademi Kepolisian berusaha untuk menjaga saudara Haikal tetap sadar," ujar Evon.
Ia muntah-muntah dua kali di dalam mobil. Orangtuanya yang ikut dalam mobil itu jelas panik. Sambil mengangkat dan mendampingi Haikal, para taruna berusaha menenangkan kedua orang tua itu dengan mengajak mereka berbicara.
Sesampainya di posko, penanganan pertama langsung dilakukan. Baju dan sarung Haikal yang basah serta penuh lumpur segera diganti. Mereka membersihkan tubuhnya, membungkusnya dengan selimut hangat untuk mencegah hipotermia. Minuman hangat juga diberikan agar ia tetap sadar.
"Kami bantu melepaskan bajunya yang basah, diganti dengan selimut hangat mencegah hipotermia hingga menunggu ambulans datang, untuk dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tamiang guna diberikan penanganan lebih lanjut," paparnya.
Ketika ambulans tiba, tiga taruna memutuskan untuk ikut mendampingi Haikal. Sementara empat lainnya tetap di belakang, menenangkan keluarga korban dengan pendekatan yang lebih intens. Mereka terus mendampingi hingga ke IGD rumah sakit.
Di rumah sakit, akhirnya ada titik terang.
"Sesampainya di sana, Haikal langsung ditangani tenaga medis RS Umum Tamiang. Saat Haikal sudah mulai siuman dan sudah berinteraksi, Taruna Akpol berpamitan dengan keluarga korban untuk kembali ke tempat tinggal Yonif 111/Karma Bhakti," pungkas Evon.
Sebuah sore yang awalnya ditujukan untuk bakti sosial, berubah menjadi misi penyelamatan nyawa yang berakhir dengan sukacita.
Artikel Terkait
Lippo Mall Puri Hadirkan Taman Bunga Raksasa Sambut Imlek 2026
Cahaya Kembali Terbit: 15 Warga Sukabumi Jalani Operasi Mata Gratis
Iran Peringatkan Israel: Jari Kami Sudah di Pelatuk
Lapak Sayur di Sepatan Jadi Kedok Peredaran Obat Keras Ilegal