Caranya? Lewat pendekatan bermain yang edukatif dan interaktif. Tujuannya jelas: membantu memulihkan kondisi mental anak-anak, menumbuhkan kembali rasa aman di tengah situasi yang serba tak menentu.
Di sisi lain, relawan juga tak lupa membersihkan masjid di lokasi pengungsian. Fasilitas ibadah ini tak cuma untuk salat, tapi sering jadi pusat aktivitas warga. Menjaga kebersihannya berarti menjaga semangat dan kenyamanan bersama di masa-masa sulit.
Dhanny menambahkan, upaya bantuan ini dilakukan dengan koordinasi berbagai pihak. Sinergi dianggap kunci untuk efektivitas penyaluran. “Kami pastikan bahwa BRI senantiasa proaktif dan bergerak cepat dalam menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Bencana di Cisarua mungkin telah berlalu. Tapi proses pemulihan fisik maupun mental masih panjang. Langkah cepat dari berbagai pihak, termasuk korporasi seperti BRI, setidaknya bisa meringankan langkah warga yang kehilangan.
Artikel Terkait
Jetty Indramayu: Gerbang Rahasia yang Menyalurkan Energi ke Jantung Jawa
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi