Kementerian Perindustrian punya pekerjaan rumah yang besar: membangun industri semikonduktor Indonesia dari dalam. Ini bukan soal sekadar mengejar tren global, tapi sebuah langkah krusial untuk masa depan manufaktur nasional. Strateginya? Dimulai dari hal yang paling mendasar: desain chip dan sumber daya manusia.
Kenapa semikonduktor begitu penting? Komponen kecil ini ternyata jadi penopang utama bagi hampir semua sektor industri yang digadang-gadang. Ambil contoh, elektronik dan otomotif. Produksi ponsel di dalam negeri saja bisa mencapai 60 juta unit per tahun. Belum lagi laptop, yang kebutuhan tahun 2026 diproyeksikan tembus 1,57 juta unit.
Di sisi lain, industri otomotif kita juga terus bergerak. Tahun depan, produksi kendaraan bermotor ditargetkan hampir 804 ribu unit. Dan di sini tantangannya muncul. Kendaraan listrik dan hybrid yang jadi andalan masa depan ternyata butuh kandungan semikonduktor tiga kali lipat lebih banyak dibanding mobil biasa. Artinya, kebutuhan kita akan komponen ini bakal melonjak drastis.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sendiri mengakui, jalan menuju kemandirian semikonduktor tidak bisa ditempuh dengan cara instan.
Memang, fondasinya sebenarnya sudah ada. Indonesia punya fasilitas perakitan dan pengujian yang sudah masuk dalam rantai pasok global. Ada juga perusahaan desain sirkuit terpadu, ditambah basis industri hilir yang mapan seperti EMS dan OEM. Tapi, itu semua belum cukup.
Masalah besarnya terletak pada ketergantungan impor yang masih sangat tinggi. Data BPS menunjukkan gambaran yang cukup menohok: nilai impor semikonduktor kita melonjak dari 2,33 miliar dolar AS di tahun 2020, menjadi hampir 4,87 miliar dolar AS pada periode Januari-November 2025. Angka itu adalah alarm yang nyaring.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi