Gerakan Pangan Murah sendiri, hingga minggu ketiga Januari, sudah direalisasikan 264 kali di 106 kabupaten/kota. Capaian awal tahun ini melonjak 52,6 persen dibanding periode sama tahun lalu. Bapanas berencana terus melesatkan frekuensi GPM hingga Idulfitri mendatang. Sementara untuk program SPHP beras, realisasi penjualan Perum Bulog pada Januari telah menyentuh sekitar 63 ribu ton.
Di sisi lain, komitmen pemerintah tak hanya pada ketersediaan, tapi juga stabilitas harga. Pengawasan akan diperketat melalui Satgas Saber Pangan 2026. Pengawasan ini akan menjangkau seluruh rantai, mulai dari hulu seperti produsen dan distributor, hingga ke hilir: toko besar, pedagang eceran, hingga ritel modern.
Dalam konferensi pers terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyoroti faktor lain: distribusi dan cuaca.
"Kali ini kita fokus ke jalur distribusinya. Soal ketersediaan barang pokok, tidak ada masalah. Yang perlu jadi perhatian adalah faktor cuaca," kata Iqbal.
Menurutnya, meski secara umum kondisi cuaca normal, periode Februari dan Maret perlu diwaspadai. Beberapa wilayah seperti Sulawesi dan Papua berpotensi diguyur hujan lebat.
"Oleh karena itu, kami sudah bersepakat dengan semua distributor, termasuk BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD, untuk melancarkan pendistribusian lebih awal. Tujuannya, saat puncak penghujan tiba, barang-barang pokok sudah sampai di lokasi," tutur Iqbal menjelaskan strategi antisipasi.
Kesiapan ini sejalan dengan pernyataan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, beberapa waktu lalu. Amran telah meminta pelaku usaha pangan untuk bersama-sama menjaga harga.
Ditegaskannya, tidak boleh ada pematokan harga yang tidak wajar. Semua harus berpatokan pada HET, HAP di tingkat produsen, maupun HAP di tingkat konsumen. Itu aturan mainnya.
Jadi, secara garis besar, pemerintah merasa sudah siap. Stok aman, program intervensi jalan, pengawasan diperkuat. Tinggal menunggu eksekusi di lapangan saja.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi