Menjelang Ramadan dan Idulfitri, isu stok pangan selalu jadi perhatian. Nah, kabar baiknya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan bahan pokok strategis secara nasional masih dalam kondisi aman. Jaminan ini datang seiring dengan berbagai program intervensi yang digelar pemerintah.
Direktur Stabilisasi Pasukan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyampaikan hal itu Sabtu lalu (31/1).
"Sesuai arahan Kepala Bapanas, kami terus memastikan ketersediaan bagi masyarakat, terutama menyambut Ramadan dan Idulfitri yang tinggal sebentar lagi," ujar Maino.
Faktanya, berdasarkan proyeksi neraca per 6 Januari lalu, sejumlah komoditas kunci diprediksi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan. Periode itu kebetulan mencakup puncak Ramadan dan Lebaran yang diperkirakan berlangsung dari pertengahan Februari hingga Maret.
Beras, misalnya. Total ketersediaan nasional dari Januari sampai Maret diproyeksikan mencapai 22,2 juta ton. Angka ini berasal dari stok awal tahun yang mencapai 12,4 juta ton, ditambah produksi tiga bulanan sekitar 9,8 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsinya 'hanya' 7,7 juta ton. Artinya, bakal ada surplus signifikan sekitar 14,5 juta ton di akhir Maret nanti.
Komoditas lain juga tak kalah solid. Untuk daging ayam ras, ketersediaan tiga bulanan diprediksi 1,6 juta ton. Konsumsinya sekitar 1,01 juta ton. Jadi masih ada kelebihan. Begitu pula dengan telur ayam ras. Stok awal ditambah produksi hingga Maret mencapai 1,9 juta ton, sementara konsumsinya 1,67 juta ton. Surplusnya kira-kira 305,8 ribu ton.
Gula konsumsi pun demikian. Ketersediaan hingga Maret diproyeksikan 1,46 juta ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi nasional yang sekitar 712,5 ribu ton untuk periode yang sama. Surplusnya diperkirakan mencapai 751,5 ribu ton.
Tak ketinggalan daging sapi dan kerbau. Komoditas ini juga dipastikan aman. Total ketersediaan Januari-Maret bisa mencapai 185,4 ribu ton, dengan rincian stok awal 41,6 ribu ton, produksi dan pemotongan 125,2 ribu ton, serta impor daging beku 18,5 ribu ton. Angka ini masih di atas proyeksi konsumsi nasional sebesar 179 ribu ton.
Namun begitu, jaminan stok saja tidak cukup. Maino menegaskan, Bapanas bersama stakeholder akan menggencarkan program intervensi yang langsung menyentuh masyarakat.
"Misalnya melalui pasar murah seperti Gerakan Pangan Murah dan penyaluran beras SPHP," jelasnya.
Artikel Terkait
Changan Deepal S07 Resmi Meluncur, Siap Goyang Dominasi BYD Sealion 7
Menperin Genjot Desain Chip dan SDM untuk Jawab Lonjakan Impor Semikonduktor
Catherine OHara, Ibu di Home Alone, Tutup Usia di Los Angeles
ANTAM Gandeng Raksasa China Garap Mega Proyek Baterai Listrik 20 GWh