BRI kembali membuka pintu lebar-lebar untuk para talenta muda. Kali ini, melalui program BRILiaN Future Leader Program (BFLP) Specialist 2026, bank pelat merah itu mencari calon-calon pemimpin masa depan yang siap digodok. Intinya, mereka ingin menyiapkan SDM yang bukan cuma pintar secara teknis, tapi juga adaptif dan punya karakter kuat. Semua itu demi menghadapi dinamika industri keuangan yang terus berubah dengan cepat.
Program BFLP Specialist ini memang dirancang khusus untuk fresh graduate yang punya potensi. Tujuannya jelas: membekali mereka dengan kompetensi teknis, jiwa kepemimpinan, dan pemahaman mendalam soal proses bisnis perbankan. Nantinya, peserta akan dapat pengalaman kerja terstruktur dan pengembangan kapabilitas yang sesuai dengan strategi jangka panjang BRI.
Sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, BRI sadar betul bahwa pengembangan SDM adalah fondasi utama. Makanya, program ini bukan sekadar soal rekrutmen biasa. Lebih dari itu, ini adalah wadah untuk membentuk karakter profesional yang berpegang pada nilai-nilai BRILiaN Way. Nilai-nilai seperti Integritas, Kolaborasi, dan Fokus pada Pelanggan itu diharapkan bisa jadi pedoman sehari-hari.
Nah, untuk tahun 2026 ini, ada lima jalur spesialisasi yang dibuka. Mulai dari Commercial Banking, Micro Banking, Consumer Banking, hingga jalur Legal dan Information Technology (IT). Pilihan ini menunjukkan fokus BRI untuk memperkuat bisnis inti, tata kelola, dan tentu saja, akselerasi transformasi digital.
Dengan membuka beragam jalur, kesempatan bagi anak muda dari berbagai latar belakang pendidikan jadi semakin luas. Kehadiran jalur Legal dan IT, misalnya, diharapkan bisa menguatkan aspek kepatuhan dan menghadirkan inovasi digital yang dibutuhkan nasabah.
Lalu, apa saja persyaratannya? Secara umum, pelamar harus lulusan S1/S2 dari PT terakreditasi, punya prestasi (akademik atau non-akademik), dan aktif berorganisasi. Kemampuan bahasa Inggris juga diuji dengan skor TOEFL minimal 500 atau setara. Usia maksimal 25 tahun untuk S1 dan 27 tahun untuk S2 per akhir 2026. Mereka juga harus siap ditempatkan di mana saja dan tidak memiliki keluarga inti yang sudah bekerja di BRI.
Artikel Terkait
291 WNI Diselamatkan dari Sindikat Penipuan di Myanmar, Gelombang Evakuasi Terbaru Tiba di Tanah Air
LocalLove Market Bandung: Belanja Lebaran Sambil Healing dan Bikin Parfum Sendiri
Kejagung Geledah Rumah Eks Menteri Siti Nurbaya, Sita Dokumen Terkait Kasus Sawit
Gus Yaqut Selesaikan Pemeriksaan KPK, Kasus Kuota Haji Masih Berlanjut