Layang-Layang hingga Biawak: Tantangan Tak Terduga di Balik Ketepatan Waktu Kereta Cepat Whoosh

- Jumat, 30 Januari 2026 | 15:15 WIB
Layang-Layang hingga Biawak: Tantangan Tak Terduga di Balik Ketepatan Waktu Kereta Cepat Whoosh

Sepanjang tahun lalu, perjalanan kereta cepat Whoosh ternyata cukup sering diganggu oleh hal-hal yang mungkin tak terduga. Bayangkan, dari layang-layang yang tersangkut hingga biawak yang nyelonong ke rel, semua itu sempat bikin jadwal terganggu. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) baru-baru ini merilis catatannya soal ini.

Meski begitu, performa ketepatan waktu Whoosh tetap patut diacungi jempol. Angkanya tinggi banget. Untuk ketepatan keberangkatan, misalnya, tercatat 99,04 persen. Rata-rata keterlambatannya cuma 10,8 detik saja per trip. Di sisi lain, untuk ketepatan kedatangan, persentasenya mencapai 88,62 persen dengan rata-rata delay sekitar 33 detik per perjalanan.

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, membeberkan datanya. Sepanjang 2025, mereka tetap mengoperasikan 21.907 perjalanan Whoosh walau harus menghadapi berbagai gangguan dari luar.

"Sepanjang 2025, tercatat 164 kejadian gangguan yang menyebabkan keterlambatan perjalanan. Gangguan terbanyak berasal dari layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), dengan total 74 kejadian," jelas Eva dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Nah, selain layang-layang, ada juga gangguan yang agak unik. Kereta sempat harus berhadapan dengan biawak yang masuk ke jalur rel terjadi 25 kali. Cuaca buruk juga berkontribusi, dengan 18 kejadian yang dicatat.

Eva menekankan, aktivitas menerbangkan layang-layang di sekitar jalur Whoosh itu sangat berisiko. Bisa merusak infrastruktur listrik dan yang paling bahaya, mengancam keselamatan perjalanan kereta yang melaju kencang itu.

"Gangguan akibat layang-layang paling sering terjadi di wilayah Padalarang dan Cimahi, khususnya di jalur antara Stasiun Padalarang hingga Tegalluar Summarecon, terutama saat musim liburan sekolah," tambahnya.

Lalu, upaya apa yang sudah dilakukan? KCIC gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan permukiman warga. Mereka juga mengandalkan teknologi, dengan mengoperasikan 1.846 unit CCTV. Tidak ketinggalan, sekitar 530 petugas pengamanan disiagakan, berjaga 24 jam dengan posisi kira-kira tiap 500 meter, dan tentu saja berkoordinasi dengan TNI-Polri.

"KCIC kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius tiga kilometer dari jalur Whoosh demi keselamatan perjalanan kereta cepat yang melaju hingga 350 kilometer per jam," tutup Eva.

Jadi, meski statistik ketepatannya mengesankan, perjalanan Whoosh rupanya punya tantangannya sendiri. Dari hewan melata hingga mainan anak-anak, semua butuh kewaspadaan ekstra.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar