Kabupaten Bekasi masih berjuang melawan genangan air. Hingga Jumat (30/1), banjir yang melanda sejak beberapa hari lalu belum juga menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan. Menurut data terbaru dari BPBD setempat, dampaknya cukup serius: hampir 38 ribu warga harus merasakan langsung akibatnya.
Penyebarannya luas. Catatan resmi menyebutkan 41 desa di 13 kecamatan kini terendam. Dari ribuan warga yang terdampak itu, lebih dari enam ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka kini mengungsi di 21 titik yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Lantas, apa pemicunya? Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriyadi, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari berturut-turut menjadi biang keladinya. Curah hujan yang deras itu akhirnya memicu luapan sungai dan genangan yang merayap masuk ke kawasan permukiman.
“Sebaran banjir cukup luas, dengan tinggi muka air bervariasi mulai dari sekitar 10 sentimeter sampai satu meter di beberapa wilayah,” ujar Dody, Jumat lalu.
Kalau dilihat per wilayah, kondisinya memang beragam. Di Kecamatan Babelan, contohnya, desa-desa seperti Bunibakti dan Muara Bakti terendam air setinggi 10 hingga 100 cm. Sementara di Tarumajaya, genangan di Desa Segarajaya dan Samudra Jaya dilaporkan bisa mencapai 70 cm.
Yang cukup parah terjadi di Tambun Utara. Beberapa desa di sana, termasuk Sriamur dan Karangsatria, dikepung air dengan ketinggian yang dalam beberapa titik mencapai 120 sentimeter. Wilayah lain seperti Sukakarya, Pebayuran, hingga Cikarang Timur juga tak luput. Di sana, ketinggian air berkisar antara 20 sampai 100 cm.
Artikel Terkait
Trump Pilih Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Akhir dari Perburuan Berbulan-bulan
Siaga 3 Katulampa Picu Aksi Antisipasi Banjir di Ibu Kota
Layang-Layang hingga Biawak: Tantangan Tak Terduga di Balik Ketepatan Waktu Kereta Cepat Whoosh
Trump Umumkan Pilihan Ketua Fed Pagi Ini, Siapa yang Akan Gantikan Powell?