Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan bersama BPOM dan Global Health Strategies telah mengkaji kebijakan eliminasi lemak trans. Kajian ini jadi landasan untuk menyusun peta jalan pengendalian Gula, Garam, dan Lemak (GGL) di Indonesia.
Saat ini, BPOM dan Kemenkes, didukung kementerian/lembaga lain, sedang menyusun kebijakan untuk menghapus lemak trans secara bertahap. Prosesnya meliputi penyusunan aturan, pemetaan lab, advokasi ke pelaku usaha, hingga edukasi ke masyarakat. Tujuannya jelas: menemukan titik temu antara kesehatan masyarakat, inovasi, dan perkembangan industri pangan lokal.
Visi pemerintah ke depan terlihat jelas: membangun sistem pangan yang sehat dan aman sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045. Menghapus lemak trans adalah langkah strategis yang dampaknya akan terasa luas. Selain menyelamatkan nyawa, langkah ini juga meringankan beban BPJS dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang. Karena itu, partisipasi aktif dari industri, akademisi, dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Indonesia punya momentum besar untuk berubah. Dengan langkah bersama hari ini, kita bisa mencegah ribuan kematian dini, memperkuat kesehatan bangsa, dan memastikan setiap warga dari Sabang sampai Merauke memperoleh hak atas pangan yang aman.
Saatnya kita bergandengan tangan dan berkomitmen bersama untuk melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya lemak tidak sehat dalam pangan kita.
Artikel Terkait
Dewangga Ingatkan Persib: Persis Solo di Bawah Bukan Berarti Mudah
Iran Perkuat Arsenal dengan 1.000 Drone Canggih di Tengah Ketegangan dengan AS
Otak Anak Tak Bisa Belajar Saat Hatinya Ketakutan
Drama Comeback Irak Taklukkan Korea Selatan di Piala Asia Futsal