Namun begitu, peringatan ini tak cuma soal seremoni belaka. Ada agenda konkret yang disiapkan, salah satunya penggalangan donasi untuk korban bencana. Langkah ini sebagai bentuk kepedulian dan empati atas berbagai musibah yang sempat melanda Indonesia.
Tema yang diusung punya gaung yang dalam: "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia". Menurut Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah intisari dari visi besar NU yang orientasinya global.
"Jam'iyyah ini didirikan untuk membangun peradaban. Itu berarti bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja, bukan hanya untuk kaum mu'minin, tapi untuk seluruh umat manusia," kata Gus Yahya.
Di puncak acara nanti, selain mendengar arahan dari Presiden, para hadirin akan diajak menyelami perjalanan panjang NU lewat sebuah video dokumenter. Tak ketinggalan, pidato dari Gus Yahya dan taujihat atau pengarahan dari Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Singkatnya, Harlah ke-100 ini lebih dari sekadar perayaan. Ia adalah jembatan. Sebuah titian untuk melihat kembali kontribusi NU selama seabad, sekaligus tekad untuk tetap konsisten menjaga keutuhan NKRI dan ikut menciptakan kedamaian di dunia.
Artikel Terkait
Raksasa Eropa Terancam Tersingkir Lebih Awal di Liga Champions
Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan
Razia Imigrasi Ungkap Sindikat Penipuan Nigeria dari Balik Toren Apartemen
Potensi Rp8 Triliun dari Kapal Asing Menguap, INSA Desak Kolaborasi Kemenkeu-Kemenhub