Rabu malam (28/1/2026) di Bekasi, suasana tiba-tiba berubah riuh. Bunyi sirine peringatan dari Kali Bekasi memecah keheningan, membuat sejumlah warga yang mendengarnya langsung berhamburan keluar rumah. Mereka panik, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
Dari rekaman video yang beredar di akun Instagram @warungjurnalis, terlihat jelas kerumunan warga berkerumun di jalan. Mereka memandang ke arah kali, mencoba memastikan situasi. Suasana mencekam itu ternyata dipicu oleh Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini Banjir milik BPBD Kota Bekasi. Sirine itu berbunyi bukan tanpa sebab, melainkan karena sensor mendeteksi kenaikan debit air yang sudah melampaui batas aman. Statusnya berubah menjadi Siaga 3.
Lalu, apa pemicu kenaikan air kali itu?
Menurut penjelasan dalam postingan yang sama, penyebab utamanya adalah melonjaknya debit air Kali Bekasi atau Kali Cikeas secara signifikan. Kenaikan itu jauh di atas batas normal. Biasanya, kondisi seperti ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi atau kiriman air dari daerah hulu. Intinya, sirine itu adalah alarm untuk warga yang tinggal di bantaran kali. Tujuannya jelas: memberi waktu bagi mereka untuk bersiap-siap menghadapi ancaman banjir yang mungkin datang.
Sementara itu, data dari Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) memperkuat situasi genting ini. Per pukul 22.00 malam, hulu Cikeas tercatat berstatus Siaga 3. Begitu pula dengan pos pantau di P2C, statusnya sama: Siaga 3. Kondisinya benar-benar mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan
Razia Imigrasi Ungkap Sindikat Penipuan Nigeria dari Balik Toren Apartemen
Potensi Rp8 Triliun dari Kapal Asing Menguap, INSA Desak Kolaborasi Kemenkeu-Kemenhub
NU Genap Satu Abad, Prabowo Siap Berikan Amanat di Puncak Harlah