Di sisi lain, dukungan dari kalangan industri otomotif pun mengalir. Hino, misalnya, turut serta dalam uji coba ini. Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Harianto Sariyan, menegaskan komitmennya. "Kami selalu berusaha di depan jika ada perubahan kebijakan BBM. Kerja sama dengan pemerintah untuk B50 ini kami dukung. Tentu, saat ini masih tahap uji coba, hasilnya masih kita tunggu," kata Harianto di Purwakarta beberapa waktu yang lalu.
Setelah pengujian panjang ini usai, barulah HMMI bisa menarik kesimpulan. Mereka akan memeriksa reaksi mesin setelah 'dipaksa' menggunakan Biosolar B50, termasuk mengevaluasi kebutuhan filter solar dan komponen pendukung lainnya.
Executive Officer HMMI, Wingki Kurniawan, menambahkan poin penting. "Pada dasarnya, bahan baku B50 tidak jauh beda dengan generasi sebelumnya. Hanya saja, perlu penyesuaian lebih lanjut. Kita harus tahu dampaknya seperti apa terhadap kendaraan dalam jangka panjang," ucap Wingki dalam kesempatan yang sama.
Jadi, perjalanan masih panjang. Tiga bulan dan ribuan kilometer ke depan akan menentukan apakah B50 benar-benar siap diterapkan, atau masih butuh penyempurnaan lagi.
Artikel Terkait
OJK Salurkan Restrukturisasi Kredit Rp12,58 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera
Ayah Lula Lahfah Gelap Soal Proses Hukum Kematian Putrinya
Lepas Gelar Debut Global Mobil Listrik Terbarunya di IIMS 2026
OJK Cabut Izin BPR Prima Master Bank di Surabaya