Menjelang malam takbiran dan libur Lebaran, DKI Jakarta bersiap. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengerahkan hampir 3.000 petugas kebersihannya. Tujuannya jelas: menjaga ibukota tetap bersih di tengah gelombang aktivitas warga yang diprediksi memuncak. Lonjakan sampah, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi.
Kepala DLH DKI, Asep Kuswanto, membeberkan kesiapan mereka. Para petugas itu tak hanya berdiam di kantor. Mereka disebar di titik-titik strategis yang bakal ramai.
"Kami menyiapkan sekitar 70 petugas kebersihan di setiap kecamatan. Secara keseluruhan, lebih dari 2.859 personel akan bertugas di berbagai wilayah Jakarta mulai malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, hingga masa libur Lebaran,"
ujar Asep dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Tak cuma mengandalkan tenaga manusia, DLH juga memutar mesin. Ada puluhan kendaraan penyapu jalan otomatis yang siap beraksi. Untuk urusan lain, mereka menyiapkan puluhan bus toilet dan toilet portable yang akan ditempatkan di sejumlah lokasi ramai.
Rencana kerjanya pun sudah dipetakan. Sebelum hari raya tiba, pengangkutan sampah akan dimaksimalkan untuk mengosongkan tempat penampungan sementara. Pada hari H Idul Fitri, pembersihan jalan dilakukan, baik manual maupun pakai mesin. Nah, saat liburan Lebaran nanti, fokusnya bergeser. Kawasan wisata seperti Monas, Kota Tua, atau Ancol akan jadi prioritas karena diprediksi membludak pengunjung.
Di sisi lain, pengelolaan sampah di hilir juga tak boleh berhenti. Operasional TPST Bantargebang dan RDF Plant dipastikan tetap jalan selama libur. Pengosongan TPS di seluruh wilayah juga dilakukan bertahap untuk mengantisipasi timbunan sampah baru.
"Selain itu, pengosongan TPS di seluruh wilayah Jakarta dilakukan secara bertahap sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan volume sampah menjelang hari raya,"
tambahnya.
Soal kenyamanan publik, DLH tampaknya cukup detail. Fasilitas toilet darurat itu tak hanya untuk lokasi wisata. Mereka juga akan disiagakan di tempat pemakaman umum, posko mudik, bahkan hingga lembaga pemasyarakatan. Semua demi mendukung sarana kebersihan yang layak sebelum dan sesudah hari raya.
Yang menarik, perhatian juga tertuju pada arus mudik. DLH menyiagakan personel dan sarana di titik-titik transportasi publik: stasiun, terminal, pelabuhan. Ini bagian dari kampanye 'Mudik Minim Sampah' yang digaungkan.
"Program Mudik Minim Sampah merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran,"
jelas Asep.
Kerja sama dengan pengelola moda transportasi pun dijalin. Tujuannya, agar pengangkutan sampah di titik-titik itu berjalan rutin dan program ini tak sekadar wacana. Mereka ingin kebersihan dan kenyamanan para pemudik benar-benar terjaga.
Pesan penutupnya sederhana tapi penting.
"Menjelang mudik Lebaran, mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan,"
tutup Asep Kuswanto.
Artikel Terkait
Panglima TNI Tegaskan Komitmen Perkuat Pertahanan Siber Lewat Kolaborasi dengan BSSN
Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Terpental ke Rak Bagasi Usai Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Alami Patah Tulang
Ukraina Tuding Israel Terima Gandum Curian Rusia, Israel Bantah dan Minta Bukti Resmi
Trump Sambut Raja Charles III di Gedung Putih, Sebut Inggris ‘Teman Paling Dekat’ AS