“Pertumbuhan penumpang WNA yang konsisten menunjukkan bahwa layanan Whoosh semakin dipercaya wisatawan mancanegara, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kemudahan akses,” jelas Eva dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Di sisi lain, KCIC menilai fenomena ini sejalan dengan bangkitnya lagi aktivitas pariwisata global. Informasi tentang Whoosh juga kian tersebar luas, menarik minat turis untuk mencoba. Kereta cepat itu kini tak cuma dipandang sebagai alat transportasi biasa.
Eva menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan. Integrasi dengan moda transportasi lain juga akan diperkuat, agar lebih ramah bagi pengunjung dari luar negeri.
“Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan asing di Indonesia. Konsistensi penggunaan oleh wisatawan dari berbagai negara menunjukkan daya saing layanan Whoosh di tingkat internasional,” pungkas Eva.
Jadi, siapa sangka? Dari balik kaca kereta yang melesat cepat, ternyata tersirat sebuah cerita tentang daya tarik Indonesia di mata dunia. Dan Whoosh, dengan derunya, ikut membawa cerita itu.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Siapkan Kejutan Drastis di Lima Pelabuhan Utama
Kemenhub Siapkan Rp1.472 Triliun untuk Bangkitkan Infrastruktur Transportasi Pascabencana
Trump Ungkap Armada AS di Iran Lebih Besar dari Venezuela, Sinyal Opsi Militer Makin Nyata
Menkeu Purbaya Serahkan Kendali Rupiah Sepenuhnya ke BI