tanya Sugiono retoris, menggambarkan alasan logis di balik pungutan tersebut.
Di sisi lain, partisipasi ini bukan tanpa imbalan. Selain membantu Gaza, negara yang berkontribusi akan mendapat posisi sebagai anggota tetap dewan. Jadi, ada nilai strategis di balik partisipasi finansial itu.
"Oleh karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ yang tentu saja ada keuntungan lain yaitu merupakan anggota tetap dewan,"
pungkasnya.
Penjelasan ini sekaligus mengklarifikasi keraguan yang beredar. Nampaknya, kontribusi miliaran dolar itu lebih diposisikan sebagai investasi perdamaian, bukan sekadar tiket masuk ke dalam sebuah forum.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Serahkan Kendali Rupiah Sepenuhnya ke BI
Whoosh Jadi Primadona Turis Mancanegara, Malaysia Puncaki Daftar
KSSK Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4% di Tengah Gejolak Global
Pitra Romadoni Soroti Batas Lawak dan Agama di Panggung Pandji